TOBOALI, LASPELA – Seorang aktivis asal Toboali Bangka Selatan, Muhammad Rosidi menjadi korban penyiraman air keras pada Selasa (17/2/2026) malam di Jalan Jenderal Sudirman Toboali, tepatnya di depan Apotek K 24 perempatan lampu merah Simpang Ampera.
Aktivis yang dikenal vokal dan kritis membela masyarakat itu dilarikan ke RSUD Junjung Besaoh usai sebagian tubuh bagian bawah terkena air keras saat mengendarai mobil Suzuki Ertiga miliknya.
Mulai dari kedua kaki, tangan dan perut terkena luka bakar akibat air keras yang dilakukan oleh dua orang tak dikenal.
Saat ditemui, Rosidi menyebutkan kedua pelaku itu menyiram air keras saat memepet kendaraan mobil Suzuki Ertiga miliknya di sisi kanan korban.
“Mereka boncengan dua. Orang yang diboncengan itu menyiram air keras pakai wadah ke dalam mobil saya di sisi kanan. Saya kira itu air biasa dan sempat mengejar kedua pelaku, namun di depan rumah akiun kedua pelaku tancap gas. Merasa kulit saya teras terbakar saya baru sadar kalau yang disiram itu bukan air biasa tapi air keras,” kata Rosidi, Rabu (18/2/2026).
Ia menjelaskan, kedua pelaku itu sudah membuntutinya saat ngopi di warkop 77. Saat hendak berpindah ke warkop Ampera kedua pelaku itu melancarkan aksi kejinya dengan menyiram air keras ke dalam mobil korban sehingga bagian kedua kaki melepuh.
“Sepertinya kedua pelaku itu tampak sudah mengikuti saya dari warkop 77. Namun aksi mereka baru dilakukan saat saya mau pindah ngopi di warkop ampera,” terangnya.
Rosidi dikenal vokal membela masyarakat. Hal itu tampak dalam postingan Facebooknya yang membela masyarakat.
Mulai masalah sengketa tanah, hingga dalam postingan terakhirnya, Rosidi menyorot aksi dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Ajudan atau ADC Bupati Bangka Selatan, Inisial R yang dibantu 2 orang lainnya terhadap mantan Direktur RSUD Junjung Besaoh, Muhamad Fauzan di kediamannya di Teladan, Toboali beberapa waktu lalu.
Namun saat dikonfirmasi terkait postingan terakhir tersebut, Rosidi tidak banyak bicara. Ia belum bisa memastikan apakah imbas dari postingan tersebut menjadi penyebab kedua pelaku menyiram air keras kepada dirinya.
“Saya belum bisa memastikan hal itu. Saat ini kami masih menunggu hasil penyelidikan anggota Buser Reskrim Polres Basel mengumpulkan beberapa CCTV di tempat kejadian penyiraman air keras,” ujarnya.
Ia pun berharap Polres Bangka Selatan dapat mengungkap tabir teror yang membahayakan nyawanya itu.
“Hingga saat ini Buser Reskrim Polres Basel masih melakukan penyelidikan dan mereka bergerak cepat saat istri saya membuat laporan polisi semalam. Saya sangat berharap Polres Basel bisa mengungkap pelaku dan dalang dibalik teror penyiraman air keras kepada saya ini,” harap Rosidi. (Pra)









