Opini  

Bangka Harmoni, Bangka Bermimpi

Oleh: Heru Sudrajat,  (wartawan senior)

Avatar photo

SUNGGUH  hati lega membaca, meresapi program Bupati Bangka, Fery Insani, dan Wakil Bupati Bangka, Syahbudin dengan Bangka Harmoni. Tentunya untuk mewujudkan impian tersebut, semua cara dilakukan, dalam tata kelola pemerintahan, sosial kebudayaan, ekonomi, dan lingkungan. Begitu menggiurkan sampai air ludah tidak terasa tertelan lagi. Itu namanya nyindir? Suer…program itu luar biasa? Bukannya sudah biasa, setiap pergantian pimpinan membuat program? Iya.. sih, tapi sepertinya yang ini menjanjikan?

Penulis optimis segala jurus akan dimainkan? Jurus apa saja itu? Yang pasti bukan jurus kungfu mabok, atau jurusnya Wiro Sableng gendeng. Tentunya jurus pengalaman bupati dan wakil bupati. Kita semua tahu beliau beliau ini memiliki pengalaman, kemampuan mumpuni. Apalagi soal birokrasi, tidak diragukan lagi untuk menata pemerintahan Kabupaten Bangka. Iya.. percaya! Kok ngomongin percaya wajahnya lain? Nah.. Mas Bro ini selalu berfikir negatif?

Bangka Harmoni itu program tidak main-main, harus didukung semua jajaran serta seluruh elemen masyarakat, agar program tersebut terealisasi sempurna. Jangan sampai hanya sebatas cuap cuap seperti jualan kecap. Sebentar Mas Bro! Jangan gegabah dulu menilai sesuatu tanpa dasar yang jelas? Harap maklum bupati dan wakil bupati, baru menjalankan tugasnya, selama 3 bulan. Tolong jangan membuat asumsi sembarangan? Loh ada apa? Kok.. jadi sewot! Bukan begitu? Terus bagaimana? Tentunya kerja 3 bulan, tidak bisa jadi tolak ukur penilaian? Iya tahu! Kita harus memahami visi dan misinya nya dulu. Wait! Apa itu visinya ? Perhatikan dengan baik Mas Bro.

Visinya, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang inovatif dan kolaboratif. Kemudian
mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Sedang
Misi berfokus pada pemerintahan inovatif-kolaboratif, peningkatan SDM, ketahanan ekonomi berbasis lokal, dan kualitas lingkungan hidup, dengan semangat kegotongroyongan. Keren! Apanya yang keren? Gagasannya mewujudkan Bangka Harmoni.
Kan baru gagasan? Kita tunggu saja progresnya dan berharap jalan sesuai rencana.

Menurut Mas Bro sudah nampak belum. progresnya? Lah..Kan sudah diawali dengan merombak jajaran kebawah, dari camat, lurah kabid, kepala puskesmas. Mudah mudahan penataan punggawa yang dilantik, membuahkan hasil baik. Jangan sampai ada suara suara sumbang bersliweran, pergantian jabatan karena rasa suka dan tidak suka, atau dendam politik? Nah, kalau itu terjadi, sama saja mengulang kejadian yang sudah-sudah. Tapi lumrah dan hal yang wajar setiap ganti pimpinan, pasti ganti juga pejabat-pejabat pembantu kerja bupati. Seyogyanya kata lumrah itu harus diputus. Hilangkan budaya dendam politik serta asal bapak senang. Berat Mang? Sudah mengakar kuat pada perilaku di pemerintahan tanah air kita.

Penulis optimis pilihan bupati, menempatkan orang-orang yang sudah dilantik, memang kinerjanya baik serta sesuai dengan latar belakang pendidikan. Sesuai juga dengan daftar urutan kepegawaian yang ada di pemerintah Kabupaten Bangka. Tidak bisa dibantah, bahwa birokrasi itu dasar paling pokok di pemerintahan. Kalau penyusunan birokrasinya acak acakan, dampaknya pemerintahan berjalan acak acakan. Namun jika dalam menempatkan orang- orang pembantu kerja bupati pas dan tepat orangnya, pemerintahan pun berjalan bagus. Ha.ha.ha! Jangan tertawa dulu? Memangnya bupati salah menempatkan orang-orang pilihannya? Bukan persoalan salah dan benar? Tapi sepertinya agak ragu dan samar-samar mengawali langkah dengan kabinet barunya? Sebentar Mas Bro..Kan…sekda, para asisten, para kepala dinas belum ditata? Jadi jangan dibilang samar samar dong!

Nah, ini tidak peka dengan perkembangan yang muncul? Berarti gagal menangkap isu pembicaraan santer di warung-warung kopi. Apa isunya? Nantinya sekda si A, terus Asisten I, II dan III, si Badu, Dadap dan Waru? Sedang kepala dinasnya yang bakal terpakai pun masyarakat tahu? Ada staf khusus nya tidak Mas Bro? Sudahlah staf khusus hanya menghabisi beras saja? Masak begitu? Kabarnya ada staf khusus mengakomodir wartawan? Jadi yang tukang ngatur wartawan begitu loh.. Anjai!

Memangnya ada apa? Tidak boleh? Boleh.. Bos! Namanya HARMONI itu, harus seirama, selaras? Jangan sampai berbeda arti? Maunya harmoni jadinya HARMONIKA? Bagus dong! Harmonika itu alat musik tiup kecil dengan lidah getar bebas (Free Reed) dan alat ini dimainkan dengan cara meniup serta menghisap lubang tertentu untuk menghasilkan nada. Begitu loh! Semua orang, bahkan anak kecilpun bisa meniup Harmonika.

Ibaratnya para punggawa yang sudah didapuk jadi pembantu bupati, bisa tidak meniupkan harmonika bersama sama jadi irama yang harmonis enak didengar? Dan tidak ada nada lari semaunya sendiri. Jangan sampai ketika meniupkan harmonika bersama sama tidak seirama dengan nada bupati. Jadinya ngak..ngek..ngok…ngik, ngak yang tidak jelas nadanya. Semoga tidak demikian? Dan Harmoni yang diinginkan benar-benar terwujud? Seperti meniupkan harmonika, yang ditiup dan diisap dengan perasaan, sehingga alunan nada terdengar merdu nikmat, sampai menina bobokan warga masyarakat dalam tidur, memimpikan Bangka Harmoni? Semoga tidak sebatas mimpi dan terealisasi? Semoga.(*)

[Heateor-SC]