PANGKALPINANG, LASPELA – Pemerintah Kota Pangkalpinang mulai melakukan langkah serius dalam penataan Pasar Ratu Tunggal guna menciptakan kawasan perdagangan yang lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, saat mengikuti Gotong Royong Akbar di Pasar Ratu Tunggal, Sabtu (7/2/2026).
Didampingi Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Wali Kota meninjau langsung kondisi pasar.
Dari hasil pemantauan, ia menilai masih banyak persoalan yang harus segera dibenahi, terutama terkait penataan lapak dan kedisiplinan pedagang dalam menempati zona yang telah ditentukan.
“Pasarnya besar, tetapi penataannya belum maksimal. Banyak pedagang yang belum menempati area sesuai peruntukannya,” ujar Prof. Saparudin.
Pemkot, lanjutnya, akan memulai penataan dengan menertibkan pedagang berdasarkan zonasi.
Pedagang ayam, ikan, dan daging diminta kembali berjualan di lokasi resmi yang telah disediakan oleh pengelola pasar.
“Kami akan keluarkan surat edaran terlebih dahulu sebagai imbauan. Harapannya pedagang bisa masuk ke tempat masing-masing tanpa harus ada tindakan tegas di awal,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan tersebut, Pemerintah Kota berencana memberikan relaksasi retribusi bagi pedagang.
Langkah ini diambil untuk meringankan beban pedagang, terutama mengingat biaya sewa lapak yang cukup tinggi dan kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
“Kita pahami ekonomi pasca-pandemi belum stabil. Karena itu, pedagang kita minta masuk dulu, soal retribusi akan kita kaji dan beri keringanan, retribusinya itu Rp1 juta, makanya akan kita relaksasi agar pedagang tidak keberatan,” jelas Wali Kota.
Selain penataan pedagang, Pemkot juga akan mempercepat pembenahan infrastruktur pasar.
Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah pembongkaran bangunan kosong di depan pasar ikan yang selama ini menghambat akses dan aktivitas perdagangan.
“Bangunan itu akan kita robohkan karena menutup area pasar ikan. Setelah dibuka, seluruh pedagang ikan wajib berjualan di dalam pasar,” tegasnya.
Keluhan pedagang terkait kondisi jalan pasar yang rusak juga langsung mendapat perhatian. Prof. Saparudin memastikan Dinas Pekerjaan Umum akan segera melakukan survei dan perbaikan.
“Hari Senin PU langsung turun untuk survei, setelah itu segera dilakukan pengaspalan,” tuturnya. (dnd)








