Bawa Como Terbang di Serie A, Cesc Fabregas Kini Dikaitkan dengan Manchester City

Avatar photo
Cesc Fabregas (istimewa)

PANGKALPINANG, LASPELA–Performa impresif Como 1907 di bawah arahan Cesc Fabregas mulai menimbulkan efek domino di kancah sepak bola Eropa. Pelatih muda asal Spanyol itu kini tak hanya dipuji karena keberhasilannya membawa klub promosi tampil kompetitif di Serie A, tetapi juga mulai dikaitkan dengan kursi kepelatihan klub-klub elite.

Menurut laporan The Telegraph, nama Fabregas masuk dalam daftar pelatih yang dipantau Manchester City sebagai bagian dari rencana jangka panjang klub. Man City disebut tengah menyusun skenario suksesi seiring kemungkinan berakhirnya era Pep Guardiola pada musim 2025–2026.

Meski kontrak Guardiola sejatinya masih berlaku hingga Juni 2027, inkonsistensi performa City dalam sejumlah laga terakhir membuat manajemen mulai memikirkan regenerasi di kursi pelatih. Dalam proses itu, City menyiapkan beberapa nama potensial yang dinilai memiliki filosofi sejalan dengan identitas klub.

Selain Fabregas, dua nama lain yang ikut dipertimbangkan adalah Xabi Alonso dan Enzo Maresca. Keduanya saat ini berstatus tanpa klub setelah berpisah dengan tim masing-masing pada awal tahun. Alonso diberhentikan Real Madrid pada 12 Januari, sementara Maresca meninggalkan Chelsea pada 1 Januari.

Situasi Fabregas berbeda. Mantan gelandang Barcelona dan Arsenal itu masih terikat kontrak jangka panjang bersama Como hingga musim panas 2028, sehingga kepindahannya diprediksi tidak akan mudah diwujudkan dalam waktu dekat.
Namun, ketertarikan terhadap Fabregas tak lepas dari hasil nyata yang ia berikan. Dalam musim penuh pertamanya sebagai allenatore, ia langsung membawa Como finis di peringkat ke-10 Serie A sebuah pencapaian signifikan bagi klub yang baru promosi pada musim 2024–2025.
Momentum tersebut berlanjut di musim 2025–2026. Hingga paruh pertama kompetisi, Como tampil konsisten dan terlibat dalam persaingan papan atas.

Klub milik Djarum Group itu kini menempati posisi keenam klasemen sementara dengan 41 poin dari 23 laga, hanya terpaut dua angka dari AS Roma di batas zona Liga Champions.
Dengan pendekatan permainan berbasis penguasaan bola dan gaya menyerang yang atraktif yang disebut banyak pihak terinspirasi dari Pep Guardiola. Fabregas perlahan membangun reputasi sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Eropa. Dari proyek Como yang awalnya dipandang sederhana, kini lahir sosok pelatih yang mulai diperhitungkan di level tertinggi. (*/dar)

[Heateor-SC]