Sepanjang  Januari 2026, Hampir 10 Hektare Hutan di Kabupaten Bangka Terbakar

Avatar photo
Personel Damkar Bangka saat melakukan pemadaman di wilayah Matras, Sungailiat (Ist)

SUNGAILIAT, LASPELA — Selama Januari 2026, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bangka diperkirakan mencapai 10 hektare, dengan mayoritas kejadian terjadi di kawasan pesisir.

Hal demikian dikatakan langsung oleh Plt Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Bangka, Zalfika Ammya saat ditemui di ruangan kerjanya.

“Sejak awal 2026 ini memang sudah beberapa kali kami melakukan pemadaman, khususnya karhutla. Yang paling sering terjadi saat ini berada di sekitar kawasan pantai,” ujar Zalfika, Kamis (29/1/2026).

Menurutnya, penyebab kebakaran masih dalam proses penelusuran. Namun, kondisi cuaca panas disertai angin kencang diduga menjadi faktor utama yang mempercepat meluasnya api, termasuk kemungkinan dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan.

“Penyebabnya kita juga sampai saat ini masih mencari apakah karena oknum membuang rokok karena kondisi cuaca panas dan angin kencang, sehingga percikan api dari puntung rokok itu lebih mudah terbakar, jadi kondisi hutan yang kering, angin yang kencang membuat api semakin besar,” jelasnya.

Pada hari ini pun, kata dia, pihaknya kembali menerima laporan dua titik kebakaran.

Namun, proses pemadaman juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari relawan kebakaran, Masyarakat Peduli Api (MPA), Brimob, hingga tim Damkar PT Timah.

“Alhamdulillah, pemadaman hari ini mendapat dukungan banyak pihak sehingga api bisa segera dikendalikan,” katanya.

Berdasarkan perkiraan sementara, luas kebakaran hutan dan lahan sepanjang Januari 2026 ini mencapai hampir 10 hektare.

“Memang belum kami kalkulasi secara detail, tapi estimasinya hampir 10 hektare di Januari ini. Tentu kita berharap kebakaran tidak bertambah dan justru semakin berkurang,” ucap Zalfika.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membuka lahan atau berkebun, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.

“Karena meskipun armada kami dalam kondisi baik, tapi dengan titik kebakaran yang banyak kami khawatir tidak siap dengan kondisi kami karena terlalu banyak kebakaran,” tegasnya.

Adapun wilayah yang dinilai rawan karhutla di Kabupaten Bangka meliputi Kecamatan Merawang, Sungailiat, Riau Silip, dan Belinyu.

Khusus di Kecamatan Merawang, titik rawan berada di Desa Jurung dan Air Anyir. Sementara di Kecamatan Sungailiat meliputi Desa Rebo, Kelurahan Jelitik, Matras, serta Sinar Jaya Jelutung.

Namun demikian, Zalfika menegaskan kebakaran tidak menutup kemungkinan terjadi di kecamatan lain. Kebakaran berskala kecil kerap ditangani langsung oleh relawan dan masyarakat tanpa dilaporkan, sehingga tidak seluruhnya terdata. (mah)

[Heateor-SC]