KOBA, LASPELA – Disbudparpora Bangka Tengah telah memfasilitasi 25 Pokdarwis menyelenggarakan rapat kordinasi (rakor) di Desa Kurau Barat, Kamis (29/1/2026).
Kepala Disbudparpora Bangka Tengah, Zulfan mengatakan hasil rakor telah menyamakan persepsi antar Pokdarwis sehingga memberikan satu solusi.
“Kami mencoba membangun kemitraan, pengembangan pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat,” kata Zulfan di Mangrove Munjang, Kamis (29/1/2026).
Ada beberapa hal yang secara strategis sudah dibahas dalam rakor, termasuk cara membina dan mendampingi wisata lokal agar mengembangkan pariwisata.
Pengembangan pariwisata dari hulu terkait bagaimana sinkronisasi perencanaan, lalu perbaikan tata kelola destinasi, peningkatan kompetensi SDM, sampai produk wisata.
“Ada beberapa usulan, bagaimana kalau kita berhimpun mengelola pariwisata menggunakan koperasi sadar wisata, sebagai solusi,” katanya.
Koperasi sadar wisata ini dicanangkan sebagai solusi Pokdarwis menghadapi masalah pendanaan yang sedang kesulitan karena transfer pusat ke daerah berkurang.
“Transfer pusat berkurang sangat drastis sehingga kita harus pandai-pandai mencari pendanaan yang sifatnya kolaboratif, seperti koperasi sadar wisata,” katanya.
Sementara ini, Pemkab Bangka Tengah bersama 25 pokdarwis akan berupaya membangun satu koperasi sadar wisata tingkat kabupaten terlebih dahulu. (Pri)
