Puluhan Ribu Tabung Gas Didistribusikan, Warga Diingatkan Beli di Pangkalan Resmi

Avatar photo
Warga antri gas LPG 3 Kilogram (Ist)

PANGKALPINANG, LASPELA — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel kembali akan menyalurkan puluhan ribu tabung gas LPG 3 kilogram untuk wilayah di Pulau Bangka, setelah sempat tersendat lantaran cuaca buruk beberapa pekan terakhir.

Kapal pengangkut LPG yang membawa skid tank telah sandar dan melakukan bongkar muat sejak 17 Januari 2026, setelah sebelumnya distribusi terganggu akibat kondisi perairan yang tidak bersahabat.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengingatkan, agar masyarakat tidak panic buying atau membeli dalam jumlah banyak.

Baca Juga  Peringati HUT BAZNAS, 206 Orang Warga Bangka Barat Terima Bantuan

Penyaluran ini, kata dia, dilakukan melalui pangkalan resmi Pertamina guna memastikan distribusi berjalan merata dan tepat sasaran.

“Masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying, karena stok LPG 3 kg tersedia dan penyaluran terus dimonitor setiap hari,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat diminta membeli LPG 3 kilogram hanya di pangkalan resmi agar harga tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Bagi warga yang tidak termasuk dalam kategori penerima subsidi, Pertamina menyarankan penggunaan LPG nonsubsidi Bright Gas ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram.

Baca Juga  PT TIMAH Tbk Perkuat Olahraga Masyarakat dengan Dukung Turnamen Voli antardesa di Bangka Selatan

“Gunakan LPG subsidi 3 kilogram secara bijak dan sesuai peruntukan. Jika menemukan indikasi penyimpangan, masyarakat dapat melaporkannya kepada aparat penegak hukum atau melalui Pertamina Contact Center 135,” pintanya.

Ia menegaskan penyesuaian distribusi dilakukan untuk menjaga keselamatan pelayaran sekaligus memastikan suplai energi tetap terjaga.

“Kami melakukan pemantauan harian terhadap pasokan LPG dan memastikan distribusi di wilayah Bangka tetap berjalan. Penyesuaian distribusi dilakukan secara situasional untuk menjaga keselamatan pelayaran dan kelancaran suplai,” kata Rusminto. (*/mah)

[Heateor-SC]