Jadi Perhatian Serius Pemkot, Prof Udin Ungkap Penyebab Tersendatnya LPG 3 Kg di Masyarakat

Avatar photo
Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Udin, Rabu (21/1/2026).

PANGKALPINANG, LASPELA – Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin atau Udin, menjelaskan bahwa tersendatnya pasokan gas elpiji 3 kilogram di masyarakat disebabkan oleh kendala transportasi laut akibat cuaca buruk.

Menurut Wali Kota, Pemerintah Kota Pangkalpinang telah meminta Asisten Daerah untuk menelusuri penyebab utama masalah tersebut.

“Laporan dari Pak Asisten, sendatnya distribusi LPG ini karena faktor transportasi. Pengiriman ke Pulau Bangka mengalami hambatan akibat gelombang, pasang, dan cuaca yang belum memungkinkan,” ujar Prof. Saparudin, Rabu (21/1/2026).

Ia menambahkan, pasokan LPG diperkirakan mulai kembali masuk dalam satu hingga dua hari ke depan.

Menanggapi anggapan bahwa persoalan ini hampir terjadi setiap tahun saat gelombang laut tinggi, Wali Kota mengakui kondisi tersebut memang menjadi tantangan rutin bagi wilayah kepulauan seperti Bangka.

“Bangka ini adalah pulau, transportasi sangat bergantung pada jalur laut. Kapal yang masuk ke Bangka tonasenya tidak bisa besar, sehingga sangat terganggu dengan gelombang dan cuaca,” jelasnya.

Menurutnya, keterbatasan ukuran kapal pengangkut LPG terkait langsung dengan kondisi pelabuhan yang belum mampu menampung kapal besar.

Hal ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota ke depan.

Untuk solusi jangka panjang, Pemkot Pangkalpinang berencana mengembangkan Pelabuhan Pangkalbalam.

Salah satu wacana yang tengah dikaji adalah pemindahan lokasi pelabuhan ke area depan setelah jembatan, agar dapat menampung kapal berukuran lebih besar dan tidak terlalu terdampak pasang surut laut.

“Kami akan berkoordinasi dengan KSOP dan Pelindo sebagai penyelenggara pelabuhan. Harapan kami, pelabuhan ini bisa dikembangkan agar lebih representatif,” katanya.

Rencana pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam juga sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

“Salah satu program di RPJMN Bapak Presiden adalah pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam. Tahun 2026 nanti kami akan merumuskan secara lebih detail bersama Bapperida dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi untuk mencari solusi terbaik,” tutup Wali Kota. (dnd)

 

[Heateor-SC]