JAKARTA, LASPELA–Pelatih timnas Indonesia, John Herdman, sedang mencari asisten dari unsur lokal untuk tim kepelatihannya. Gaffer asal Inggris tersebut sejauh ini hanya mendatangkan Cesar Meylan sebagai asisten yang dibawanya dari luar negeri. Oleh sebab itu, Herdman membutuhkan banyak asisten lokal untuk membantunya bekerja di tim Garuda. PSSI sendiri berniat tak mengulangi era Patrick Kluivert, saat tak ada satu pun asisten teknik di samping pelatih Belanda.
“Setelah ini saya akan bicara ke dia. Dia akan meminta berapa (jumlah) asisten lokal, nanti akan saya sampaikan,” kata ketua BTN Sumardji seperti yang dikutip dari bolasport.com
“Intinya, pokoknya kami ingin menyajikan semua pelatih-pelatih kita itu ke John supaya nanti dia sendiri yang wawancara, itu yang lebih baik,” tegasnya.
Pada era Shin Tae-yong, PSSI menugasi Nova Arianto sebagai asisten dari unsur lokal.
PSSI memiliki kecenderungan menunjuk mantan pemain timnas yang belum lama pensiun sebagai asisten pelatih asing. Hal itu terlihat dalam penunjukan Widodo C Putro (untuk Alfred Riedl), Bima Sakti (Luis Milla), hingga Nova.
Namun melihat kompetisi kasta tertinggi Super League, terdapat dua pelatih yang sedang bekerja dengan baik tetapi bukan nama besar sebagai pemain. Dua pelatih lokal di Super League tersebut yaitu Hendri Susilo di Malut United serta Kahudi Wahyu di PSBS Biak. Hendri Susilo yang sudah berusia 60 tahun kini membawa Malut United menembus empat besar. Ia tercatat menjadi pelatih terbaik Super League pada pekan pertama dan pekan delapan.
Meski begitu fans sepak bola Tanah Air menganggap kesuksesan Malut lebih ditentukan oleh skuad mewah, bukan sosok pelatihnya. Sementara itu, Kahudi Wahyu mencuat pada pekan ke-17 Super League saat memimpin PSBS Biak. Kahudi sebenarnya hanya berstatus sebagai caretaker, karena PSBS belum menunjuk pelatih kepala sejak memecat Divaldo Alves. Meski begitu sosok 47 tahun itu bisa membawa PSBS meraih hasil positif, seperti mengimbangi PSIM Jogja (2-2) serta mengalahkan Bhayangkara FC (4-1). (*/net/rel)
