PANGKALPINANG, LASPELA – Kebijakan pembatasan aktivitas pelayaran akibat gelombang laut tinggi menjadi tantangan dalam penyaluran LPG subsidi 3 kilogram ke Kota Pangkalpinang dan wilayah lain di Pulau Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Bangka dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi cuaca ekstrem memaksa otoritas pelabuhan menerapkan langkah kewaspadaan demi keselamatan pelayaran, yang berdampak pada rantai distribusi energi ke wilayah kepulauan.
Pembatasan tersebut tertuang dalam Pengumuman KSOP Kelas IV Pangkal Balam Nomor UM.006/1/10/KSOP.PKBLM/2026, yang menetapkan periode kewaspadaan gelombang tinggi dan pembatasan pelayanan pelayaran sejak 11 hingga 14 Januari 2026, atau sampai kondisi perairan dinyatakan kembali aman.
Situasi ini berdampak langsung pada suplai LPG, mengingat distribusi ke Pangkalpinang sangat bergantung pada jalur laut. Namun demikian, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memastikan langkah antisipasi telah dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Kami melakukan pemantauan harian terhadap pasokan LPG dan memastikan distribusi di wilayah Pangkalpinang tetap berjalan, termasuk melakukan penyesuaian suplai agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” jelas Area Manager Communication, Relation & CSR Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, dalam siaran pers yang diterima LASPELA, Jum’at (16/1/2026).
Penyesuaian distribusi dilakukan dengan mengoptimalkan stok yang tersedia di pangkalan serta mengatur ulang jadwal penyaluran agar pasokan tetap merata di seluruh wilayah kota. Pertamina juga memperketat pengawasan penyaluran guna mencegah kelangkaan semu di tingkat konsumen.
Dalam kondisi distribusi yang dipengaruhi faktor cuaca, Pertamina mengimbau masyarakat membeli LPG 3 kg melalui pangkalan resmi untuk memastikan harga tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dan ketersediaan lebih terjamin. Informasi lokasi pangkalan resmi dapat diakses melalui ptm.id/infolpg3kg.
Sejumlah pangkalan resmi di Pangkalpinang yang tetap beroperasi melayani masyarakat di antaranya Pangkalan Komsiah di Kelurahan Gabek, Pangkalan Hardi Mardeni di Kelurahan Bukit Merapin, Pangkalan Nurjanah dan Pangkalan Rapani di Kelurahan Keramat, serta Pangkalan Ferdi Irwantino di Kelurahan Gabek II dan Pangkalan Misnari di Kelurahan Sriwijaya.
Pertamina juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying, mengingat stok LPG 3 kg masih tersedia dan penyaluran terus dimonitor setiap hari meskipun dalam kondisi cuaca terbatas.
Sebagai langkah edukasi dan pemerataan energi, masyarakat yang tidak termasuk kategori penerima subsidi didorong menggunakan LPG nonsubsidi Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg, yang pasokannya relatif tidak terdampak pembatasan pelayaran.
Pertamina menegaskan penggunaan LPG subsidi harus tepat sasaran. Apabila ditemukan indikasi penyimpangan penyaluran di lapangan, masyarakat dapat melaporkannya kepada aparat penegak hukum atau melalui Pertamina Contact Center 135. (*/rls)









