KOBA, LASPELA–Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman menjelaskan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah membangun sumber air bersih yang melayani sebanyak 107 kepala keluarga (KK) di Dusun Baskara Bakti, Kecamatan Namang. Hal ini dilakukan sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan air terutama saat musim kemarau. Algafry Rahman mengatakan penyediaan air bersih diharapkan memberikan manfaat besar bagi masyarakat karena selama ini warga hanya mengandalkan sumur gali yang jumlahnya terbatas dan tidak dimiliki oleh seluruh rumah tangga.
“Program ini sangat membantu masyarakat karena sebelumnya tidak semua warga memiliki sumur, sehingga saat musim kemarau mereka kesulitan mendapatkan air bersih,” kata Algafry, Jumat (9/1/2026).
Ia menjelaskan dari sekitar 300 KK yang tinggal di Dusun Baskara Bakti, saat ini baru 107 KK yang dapat menikmati layanan air bersih melalui jaringan PAM yang telah dibangun pemerintah daerah.
“Untuk tahap awal baru 107 KK yang terlayani. Ke depan, targetnya seluruh warga di dusun ini atau sekitar 300 KK bisa menikmati air bersih secara merata,” ujarnya.
Algafry mengatakan, keberadaan air bersih yang langsung disalurkan ke rumah warga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mengurangi ketergantungan pada sumber air yang tidak selalu tersedia sepanjang tahun.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bangka Tengah Fani Hendra Saputra mengatakan pembangunan sarana air bersih di Dusun Baskara Bakti menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas cakupan pelayanan air bersih di wilayah pedesaan.
“Berdasarkan data, terdapat tujuh desa yang masih membutuhkan sumber air bersih. Dusun Baskara Bakti menjadi salah satu yang diprioritaskan,” katanya.
Ia menyebutkan, fasilitas yang dibangun meliputi sumber air bersih lengkap dengan instalasi, bak penampung berkapasitas 27 ton, mesin pompa, serta jaringan pipa yang mengalirkan air langsung ke rumah-rumah warga.
Pembangunan sarana tersebut, kata Fani, menelan anggaran sekitar Rp700 juta dan dilaksanakan dengan sistem swakelola yang melibatkan PSM setempat agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat. (*/ant/rel)




