Habis Miliaran Rupiah, Dapur SPPG di Mentok Tak Dapat Izin Beroperasi 

Ketua Yayasan Mitra Sehat Nol Delapan, Dadang Destari Putra saat menunjukkan dapur SPPG yang siap beroperasi

MENTOK, LASPELA  — Bangunan yang dibuat untuk Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program makan bergizi gratis (MBG) di Kampung Air Samak, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat (Babar), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) belum dapat izin operasi.

Pemilik bangunan sekaligus Ketua Yayasan Mitra Sehat Nol Delapan, Dadang Destari Putra, menyampaikan dapur tersebut sebenarnya sudah siap beroprasi, peralatan memasak dan perlengkapan semuanya sudah disiapkan.

“Kondisi dapur kita sudah 100 persen, kami sudah menyiapkan peralatan dapur, alat masak, dan persyaratan minimal yang diwajib di upload di portal sudah kami siapkan,” ucapnya, Senin (5/1/2026).

Dadang mengatakan, kendala untuk izin operasi itu, setelah survei oleh Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang menyatakan tidak layak, karena bangunan tidak terbuat dari beton.

Baca Juga  Kolaborasi Kemanusiaan TNI AL dan PT TIMAH Tbk untuk Pemulihan Pascabencana di Sumatera dan Aceh

“Kendala itu pada survei dilapangan itu. Kami di falidasi bahwa dapur kami tidak permanen karena menggunakan GRC (Glassfiber Reinforced Concrete),” ujarnya.

Dadang menyayangkan Dapur SPPG miliknya belum dapat beroperasi, lantaran sudah menelan anggaran berkisar Rp1,5 Miliar untuk investasi menjalankan program MBG tersebut.

“Sepengetahuan saya permanen tidak permanen itu, adalah Hak Kementrian PU melaluai SimBG. Dan kontaminasi silang itu yang berhak menentukan Dinas Kesehatan,” katanya.

“SPPI tidak mempunyai kualifikasi ataupun klasifikasi untuk menentukan itu. Permanen tidak permanen. kontaminasi silang atau tidak,” sambung Dadang.

Menurut Dadang, dirinya sengaja memilih dinding berbahan GRC karena sudah memperhitungkan iklim di Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat.

“Dari awal perencanaan, kebetulan saya perencana kontruksi, kami terbiasa melalukan observasi awal. Mulai dari juknis yang disiapkan BGN, kondisi alam sekitar, dan cuaca sekitar,” katanya.

Baca Juga  PT TIMAH Tbk Serahkan Ratusan Paket Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Kabupaten Bangka Tengah

“Bahan yang paling ideal untuk pembuatan dapur bahan moderen itu GRC. Karena anti api, jamur, licin, mudah dibersihkan dan finisingnya gampang,” tambahnya.

Dadang berharap dapur miliknya tersebut segera mendapatkan izin untuk beroprasi menyalurkan MBG kepada para pelajar.

“Harapan kita bisa segera beroprasi, kebetulan istri saya juga sering menyediakan ketring untuk anak-anak sekolah sebelum adanya MBG ini,” katanya.

“Beberapa sekolahan yang belum menerima MBG ini berharap mendapatkan MBG dari dapur kami karena mereka sudah tahu kualitas dapur kami,” ucap Dadang.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi ke pihak SPPI dan BGN terkait permasalahan tersebut. (oka)

 

[Heateor-SC]