PANGKALPINANG, LASPELA – Pemerintah Kota Pangkalpinang terus berupaya menjaga stabilitas harga bahan pokok, terutama menghadapi potensi kenaikan harga pada tahun 2026.
Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin (Udin), menyampaikan bahwa pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok dilakukan secara intensif melalui Dinas Pangan dan Satgas Pangan.
Menurut Wali Kota, pengawasan ini penting untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terjangkau.
Satgas Pangan secara rutin memantau perkembangan harga di pasaran serta kondisi distribusi bahan pokok yang sebagian besar masih bergantung dari luar daerah.
“Dinas Pangan kita ada Satgas Pangan, dan itu selalu memantau bahan-bahan pokok,” ujar Prof. Saparudin, Jumat (2/1/2026).
Ia menjelaskan, salah satu kendala yang kerap dihadapi adalah faktor distribusi, khususnya terkait pengangkutan logistik.
Kondisi cuaca yang tidak menentu dapat menyebabkan keterlambatan kapal pengangkut bahan pokok yang masuk ke Pangkalpinang.
“Kadang-kadang cuaca kurang bagus sehingga kapal-kapal yang masuk itu agak terlambat, dan itu menjadi kendala,” jelasnya.
Meski demikian, Wali Kota menegaskan Pemkot Pangkalpinang telah menyiapkan langkah antisipatif.
Apabila ditemukan harga bahan pokok yang dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET), pemerintah daerah akan segera melakukan operasi pasar.
“Kalau memang nanti ada harga bahan pokok yang di atas HET, kita akan lakukan operasi pasar,” tegasnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, Pemkot Pangkalpinang berharap stabilitas harga bahan pokok dapat terus terjaga dan daya beli masyarakat tetap aman. (dnd)







Leave a Reply