“Kami melihat bahwa bencana ini sangat serius (dampaknya), dan kami juga memberikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan daerah yang bekerja sama untuk menanganinya selama ini. Dan kami juga dari dunia usaha sebagai mitra strategis pemerintah dan dunia usaha Kadin, ya kami hadir di sini untuk melihat sendiri, memotret keadaan sesungguhnya,” ujar Anin yang juga turut didampingi oleh Ketua Umum Kadin Provinsi Aceh Muhammad Iqbal Piyeung seperti yang dikutip dari kadin.id
Lebih lanjut, Anin menyampaikan bahwa Kadin mulai memikirkan langkah pemulihan jangka menengah, mulai dari perbaikan konektivitas wilayah hingga pembangunan kembali permukiman dan pemulihan ekonomi masyarakat.
Sektor usaha masyarakat, terutama UMKM, disebut Anin sebagai kelompok paling rentan terdampak bencana.
“Kami selalu berpikir bagaimana pengusaha-pengusahanya, terutama UMKM, bisa melanjutkan perekonomian dengan usahanya. Karena kan belum tentu usaha berikutnya bisa sama. Dan kita lihat memang kehidupan mereka yang banyak di tepi sungai itu sangat menyulitkan ketika ada bencana seperti ini,” kata Anin.
Sebelum menutup kunjungannya di Aceh, Anin mendatangi Kantor Gubernur Aceh yang juga menjadi Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh 2025 untuk memperoleh data dan kebutuhan mendesak.
“Kami datang langsung ke kantor gubernur untuk melihat data yang detail, supaya kami bisa balik untuk mengetahui apa yang kami butuhkan untuk membantu dalam waktu dekat tentunya, karena masih banyak korban yang hilang. Jadi saya berterima kasih juga kompak sekali di sini dunia usaha,” ujar Anin.
Kadin memastikan proses distribusi bantuan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, Kadin Provinsi Aceh, serta unsur dunia usaha. Sejumlah kelompok usaha dan organisasi kemanusiaan, termasuk Yayasan Buddha Tzu Chi, Bakrie Group, Adaro, hingga Sinarmas, turut menyatakan dukungan.
“Tentu kami tidak ingin mendahului, kami ingin tahu benar keadaan lapangan seperti apa,” tutup Anin.
Setelah Banda Aceh, kunjungan dilanjutkan ke Medan Provinsi Sumatra Utara (Sumut). Di sana, Anin menegaskan bahwa fokus utama Kadin saat ini adalah tanggap darurat.
“Pakaian, obat-obatan, dan makanan itu sangat dibutuhkan. Tapi juga tadi bicara alat berat yang akan mulai masuk ke Tapanuli Selatan dan Tengah. Lalu juga kebutuhan kendaraan motor dan penyulingan air. Itu hal-hal yang saya rasa sangat penting,” kata Anin usai menyalurkan bantuan didampingi Ketua Umum Kadin Provinsi Sumut Firsal Ferial Mutyara, yang diterima langsung oleh Gubernur Provinsi Sumut Bobby Nasution di Lanud Soewondo, Medan, Sumut, Kamis (04/12/2025) sore.
“Ke depannya kami ingin fokus kepada rehabilitasi dan renovasi. Kami ingin sekali membangun perumahan didampingi dengan infrastruktur air dan listrik yang memadai,” ujar Anin.
Setiba di Padang pada malam hari, Anin yang didampingi oleh Ketua Umum Kadin Provinsi Sumbar Buchari Bachter bertemu dengan Wakil Gubernur Provinsi Sumbar Barat Vasko Ruseimy di Kantor Gubernur Provinsi Sumbar yang sekaligus Posko Terpadu Penanggulangan Darurat Bencana Alam.
Anin menyampaikan duka cita atas banyaknya korban jiwa, terutama di wilayah Agam. Anin menambahkan bahwa sejumlah kebutuhan mendesak telah disampaikan pemerintah daerah, termasuk dump truck, genset, penyulingan air, hingga alat berat.
“Kami akan prioritaskan itu. Kami telah menggalang cukup dana untuk tanggap darurat, dan tentu kami juga ingin fokus nantinya untuk rehabilitasi dan juga restorasi ke depannya,” ungkapnya.







Leave a Reply