TOBOALI, LASPELA – Ketua Komisi II DPRD Basel Hendri, menanggapi kritikan pengurus KONI Basel terkait polemik anggaran KONI Rp 1 miliar untuk Porprov 2026 di Pangkalpinang.
Meski kondisi keuangan daerah sedang defisit, namun ia tetap menilai anggaran olahraga sebesar Rp1 miliar tidak layak untuk sebuah persiapan Porprov.
“Jujur saya risih mendengar anggaran olahraga cuma Rp1 miliar. Kami DPRD tidak tinggal diam, kami akan berusaha supaya anggaran KONI bisa naik,” kata Hendri, Kamis (20/11/2025).
Potensi perpindahan atlet ke kabupaten lain akibat minimnya dukungan anggaran juga jadi atensi politisi partai Demokrat itu. Ia meminta Dispora segera membuat surat edaran kepada Dukcapil agar perpindahan atlet dapat dicegah.
“Kalau ada atlet berprestasi yang mau pindah, itu harus ditahan. Sayang kalau atlet kita malah membela daerah lain hanya karena anggaran minim,” ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Basel, Evi Sastra, mengaku memahami keluhan KONI Basel, dan menyatakan bahwa pihaknya tetap memperjuangkan penambahan anggaran meski kondisi fiskal daerah sedang sulit.
“Memang Rp 1 miliar itu jauh dari kata cukup. Tapi kondisi anggaran kita sedang sulit. Meski begitu, saya tetap akan berada di depan untuk memperjuangkan ini,” kata Evi Sastra.
Evi berharap DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bisa duduk bersama mencari solusi yang terbaik bagi olahraga daerah. Kalau kabupaten lain bisa Rp2,5 miliar, setidaknya kita harus mendekati itu. Minimal Rp2,4 miliar.
“Kami berharap ini bisa disampaikan ke TAPD agar anggaran KONI dapat ditambah dan disetarakan dengan daerah lain,” pungkasnya. (Pra)



Leave a Reply