PANGKALPINANG, LASPELA — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dalam beberapa hari terakhir menghantui wilayah Bangka Belitung.
Harga eceran Pertalite di sejumlah tempat melambung hingga Rp15.000 per liter, sementara Pertamax tembus Rp18.000 per liter.
Situasi ini membuat pedagang BBM eceran dan masyarakat sama-sama kesulitan memenuhi kebutuhan harian.
Pedagang eceran di Desa Terak, Samsudin, mengaku pasokan yang semakin sulit membuatnya tak bisa melayani pelanggan seperti biasa.
“Sekarang antre bisa hampir satu jam. Jumlah yang bisa dibeli juga dibatasi. Jadi stok cepat habis,” ujar Samsudin.
“Harga terpaksa naik, bukan mau ambil untung besar. Kalau tidak, kami rugi di ongkos dan waktu antre,” katanya.
Di toko kelontong lainnya, di Desa Terak Pertamax dibandrol Rp17 ribu, hal ini dikatakan Ratna untuk membantu masyarakat sekitar.
“Dimana-mana sudah Rp18 ribu, tapi suami bilang jual Rp17 ribu saja, karena sekarang kan susah, jadi mau bantu orang-orang lah, jangan mahal dulu jual nya. Tapi kalau nanti semakin parah, mau tidak mau harus dinaikkan lagi harganya,” katanya.
Kelangkaan juga melanda kawasan Opas Indah, Pangkalpinang. Pedagang toko kelontong, Acit sudah dua hari tidak bisa menjual BBM eceran karena stok sama sekali tidak tersedia.
“Stok habis total. Ke SPBU antre panjang, tapi tetap tidak kebagian. Terpaksa tidak jualan. Biasanya BBM eceran paling dicari. Sekarang pelanggan datang, tapi kami tidak bisa bantu,” katanya.
Tidak hanya pedagang, warga pun turut merasakan dampak langsung kelangkaan ini.
Banyak yang mengeluh sulitnya mendapatkan BBM karena panjangnya antrian dan terbatasnya pasokan.
Salah satu warga Desa Terak, Budi (29), mengatakan aktivitas sehari-harinya terganggu.
“Saya kerja pakai motor dan lumayan jauh dari rumah ke tepat kerja, dua hari ini telat masuk karena harus antre lama di SPBU. Kadang pas sudah antre, Pertalite malah habis mau beli pertamax juga kosong, beli eceran juga mahal sekali,” katanya.
Warga lain di Pangkalpinang, Iriyanto mengaku harus pulang pergi ke beberapa SPBU untuk mencari BBM.
“Sudah keliling tiga SPBU, semua antrean panjang sekali. Ada yang sampai tutup sementara karena habis, kami cuma butuh BBM untuk aktivitas sehari-hari. Harapannya pasokan cepat normal,” katanya.
Masyarakat dan pedagang berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengatasi kelangkaan agar kondisi cepat teratasi. (dnd)





Leave a Reply