MENTOK, LASPELA – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP3AP2) Kabupaten Bangka Barat terus mendorong peran aktif ayah dalam tumbuh kembang anak.
Melalui berbagai program edukasi berbasis keagamaan hingga kegiatan sosial, para ayah diajak untuk lebih peduli, bertanggung jawab, dan menjadi teladan dalam keluarga.
Kepala DP3AP2 Bangka Barat, Sarbudiono, menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab ibu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan besar dari ayah.
“Tantangan terbesar yang dihadapi ayah saat ini adalah membagi waktu antara mencari nafkah dan mendampingi anak. Kesibukan sering membuat peran ayah terabaikan, padahal peran ayah sangat menentukan arah perkembangan anak,” ujarnya.
Salah satu strategi yang dilakukan DP3AP2 adalah menghadirkan tokoh agama, ustadz, dan kiai dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain menyampaikan masalah akidah, mereka juga menekankan pentingnya peran ayah dalam membina keluarga. Hal ini sejalan dengan program Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Kemendukbangga/ BKKBN, yakni Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
Untuk memperkuat gerakan ini, DP3AP2 rutin melaksanakan berbagai kegiatan yang melibatkan para ayah, di antaranya:
Ceramah agama dengan undangan khusus ayah serta menghadirkan narasumber yang membahas peran ayah dalam keluarga.
Jalan santai bersama anak, di mana ayah diwajibkan mendampingi anak agar anak merasakan kehadiran dan kebersamaan.
Kesadaran para ayah akan pentingnya peran mereka perlu terus dibangun. Dengan keterlibatan ayah, tumbuh kembang anak lebih terpantau, dan kebutuhan anak dapat lebih terpenuhi.
“Ayah adalah motor penggerak dalam keluarga. Hadirnya ayah secara fisik dan emosional membuat anak merasa diperhatikan dan dibimbing. Inilah yang sedang kami dorong agar menjadi budaya di Bangka Barat,” tutupnya.
Ia menambahkan, selain ceramah agama juga dilakukan diskusi rutin setiap dua minggu sekali setelah ceramah Subuh, membahas cara ayah memotivasi anak dan memperkuat ikatan keluarga.
Langkah-langkah ini terbukti memberi dampak positif. Beberapa jamaah mengaku termotivasi setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Cukup menarik, memberi motivasi seorang suami dalam rumah tangga sekaligus menjadi bahan introspeksi bagi para bapak,” kata Sarjiman, salah satu warga yang ikut kegiatan ceramah Subuh.
Sementara itu, Ustadz Agus Fadillah Sandi dalam ceramahnya beberapa waktu lalu juga menekankan peran dan fungsi ayah dalam keluarga.
“Ayah bukan sekadar urusan perut, tapi juga nasib keluarga di akhirat. Kita harus menjadi ayah yang saleh, mampu membimbing istri dan anak agar tumbuh menjadi anak yang saleh dan salihah,” pesan Ustadz Agus Fadillah Sandi, saat mengisi kajian.
Menurutnya, ayah yang menjaga shalat berjamaah, memberikan teladan, dan mendidik anak dengan kasih sayang akan meninggalkan jejak kebaikan yang panjang dalam kehidupan anak. (oka)
Leave a Reply