Waspada, DBD di Bangka Mencapai 88 Kasus

 

SUNGAILIAT, LASPELA — Hingga minggu ke-15 atau April 2024, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Bangka mencapai 88 kasus.

Dimana dari jumlah tersebut, dua pasien diantarnya meninggal dunia yang berasal dari Kelurahan Sungailiat dan Kelurahan Sinar Baru.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Bangka, Boy Yandra, Jumat (19/4/2024).

“Kami mengingatkan kepada seluruh masyarakat supaya meningkatkan kebersihan lingkungan, karena hingga sekarang penyebaran penyakit DBD terbilang cukup tinggi mencapai 88 kasus,” kata Boy Yandra.

Dikatakannya, dari kumulatif penyebaran kasus DBD yang ditangani puskesmas, terbanyak berasal dari Puskesmas Kelurahan Kenanga yakni sebanyak 17 kasus, Puskesmas Pemali terdata 10 kasus, Puskesmas Sungailiat terdapat sembilan kasus, Puskesmas Bakam sembilan kasus serta kasus dari berbagai wilayah kelurahan dan kecamatan.

“Hanya Puskesmas Penagan Kecamatan Mendo Barat yang sampai saat ini tidak menangani pasien terinfeksi DBD,” jelasnya.

Untuk mencegah penyebaran DBD, HAKLI Bangka juga melakukan edukasi secara intensif, baik langsung ke masyarakat maupun melalui sekolah-sekolah.

“Kami melibatkan peran aktif pelajar menjadi kader juru pemantau jentik (jumantik), kader jumantik setiap minggu melapor ke guru kelas kondisi lingkungan rumahnya ada atau tidak penyebaran DBD,” ujarnya.

Jika dalam laporan itu diketahui ada potensi penyebaran DBD, kata Boy Yandra, guru yang bersangkutan akan melapor ke pihak puskesmas wilayah setempat supaya melakukan tindakan penyelidikan epidemiologi (PE).

“Saat dilakukan PE di lapangan dan ketahui banyak jentik nyamuk, seketika itu pula petugas puskesmas akan memberikan serbuk abate,” jelasnya. (mah)