SUNGAILIAT, LASPELA — Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Republik Indonesia, Moeldoko mengajak masyarakat Bangka Belitung (Babel) untuk mengembangkan tananam sagu sebagai alternatif baru di sektor pangan.
Karena menurutnya, selain memiliki potensi yang sangat bagus, tanaman sagu juga akan tetap tumbuh meski ditanam pada musim kering ataupun basah.
“Apalagi Bangka Belitung ini mengalami environment atau kerusakan lingkungan yang perlu segera disembuhkan. Menurut saya sagu ini salah satu tanaman yang memiliki banyak kelebihan, mau musim kering ataupun basah tumbuh, mengapa ini kita biarkan,” kata Moeldoko dalam kunjungannya ke Kampung Reklamasi Aik Jangkang, Riding Panjang Kabupaten Bangka, Selasa (8/8/2023).
Dia menjelaskan, di tengah situasi global saat ini, dunia mengalami fenomena alam dimana beberapa negara juga mengalami panas yang sangat tinggi seperti el nina dan juga el nino.
“El nina kemarin walaupun kita menghadapi musim basah yang sangat menguntungkan sehingga kita bisa menikmati hasil panen yang cukup baik, tetapi kecenderungannya harga barang kita turun hasilnya,” ucapnya.
“Berikutnya kita akan menghadapi el nino yang kecenderungannya kering, kalau kering kita nanti pasti akan perang melawan kebakaran, kecenderungan gagal panen itu tinggi, dan fenomena itu terus menerus tidak bisa dihindari,” tambahnya.
Oleh karena itu, Indonesia dengan jumlah penduduk 270 juta dan terus mengalami peningkatan, serta terus menghadapi sebuah kondisi yang tidak bisa dihindari, pihaknya mencari alternatif baru di sektor pangan.
“Maka kita mesti mencari alternatif-alternatif baru di sektor pangan, saya melihat potensi sagu ini sangat bagus, dulu saya bertanam sagu dan bekerja di lingkungan yang sangat tandus, dan alhamdulilah bisa tumbuh dengan baik. Saya undang Presiden datang,” tandasnya. (mah)