banner 728x90

Moeldoko: Sagu dan Sorgum Jadi Pangan Alternatif

banner 468x60
FacebookTwitterWhatsAppLine

PANGKALPINANG, LASPELA – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Republik Indonesia, Moeldoko menegaskan pemerintah berupaya meningkatkan penanaman serta produksi sagu dan sorgum sebagai bahan pangan alternatif pengganti gandum hingga beras.

“Sagu ini salah satu pengganti alternatif disamping ada beras, jagung, sorgum, dan sagu ini sebagai alternatif karena sagu memiliki banyak fungsi salah satunya fungsi lingkungan dapat terjaga dengan  baik, dan fungsi food memberikan kandungan yang baik khususnya penurunan angka stunting,” kata Moeldoko, di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, Selasa (8/8/2023).

banner 325x300

Panglima TNI 2013-2015 ini menyebutkan, pengembangan tanaman sorgum juga bisa menjadi lompatan untuk menurunkan angka stunting di Bangka Belitung (Babel). Sebab sorgum mengandung nutrisi seperti protein, serat, vitamin, dan mineral yang dapat membantu kebutuhan gizi pada anak.

“Dengan menanam sorgum di lahan-lahan tandus apalagi bekas tambang, juga memberikan peluang ekonomi baru bagi petani dan masyarakat setempat. Dan saya ingin sagu ini menjadi andalan pangan ke depan,” ucapnya.

“Itulah alasan kenapa kita memilih Kampung Reklamasi Air Jangkang Riding Panjang, karena salah satu kerusakan lingkungan ada di bekas-bekas tambang. Jadi sorgum ini bisa di budidaya kan secara masif,” sambungnya.

Moeldoko yang juga Ketua HKTI ini menambahkan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, mengingat yang masih menjadi kendala di Babel yakni sulit mendapatkan ubi karena harga masih terbilang sangat rendah, dan juga minat dari masyarakat yang masih kurang.

“Untuk itu saya melakukan kunjungan kesini ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat manfaat dari sorgum. Dan saya ingin sorgum ini menjadi suatu komoditi pangan yang nantinya bisa menjadi alternatif yang perlu dipertimbangkan oleh konsumen dan produsen,” jelasnya.

Selain itu, peran dari pemerintah juga diharapkan untuk menyiapkan alternatif tersebut agar suatu saat kita menghadapi situasi krisis pangan pemerintah sudah siap.

“Krisis pangan ini ada tiga penyebabnya yakni kebanjiran, kekeringan karena hama dan kondisi iklim, jadi dengan ditanamkan pohon sagu ini menjadi salah satu fungsi untuk lingkungan,” pungkasnya.

Sementara itu, Pj Gubernur Babel Suganda Pandapotan Pasaribu menambahkan, dengan kehadiran Kepala Staf Kepresidenan (KSP) RI Moeldoko menjadi bukti bahwa Pemerintah selalu hadir dalam mengupayakan kesejahteraan pangan di Babel.

“Kita berharap hadirnya Pak Moeldoko di Babel dapat merubah mindset masyarakat bahwa sagu ini memiliki banyak manfaat,” tutupnya.(chu)

banner 325x300
banner 728x90
Exit mobile version