Sri Hartati Terharu Terima Bantuan Biaya Pengobatan untuk Anaknya dari PT Timah Tbk

BANGKA, LASPELA – Sri Hartati (42) warga Kota Pangkalpinang tak percaya buah hatinya bisa mendapatkan bantuan pengobatan dari PT Timah Tbk. Ia bahkan tak kuasa menahan air matanya saat melakukan terapi sang anak di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. (HC.) Ir. Soekarno, Jumat (27/05/2022).

Putra Sri, Muhammad Dirgantara Ramadhan yang berusia empat tahun mengidap Cerebral Parsy. Bantuan dari PT Timah Tbk ini akan digunakan untuk membuat kursi aktivitas khusus anaknya. Selain itu, untuk biaya berobat dan asupan nutrisi untuk anaknya.

“Alhamdullilah bisa mendapatkan bantuan dari PT Timah Tbk, karena selama ini tidak terpikir untuk mengajukan bantuan ke PT Timah, selain itu saya juga tidak berani, karena tidak tau bagaimana caranya mengajukan bantuan itu,” katanya.

Ia bersyukur setelah mendapat bantuan dari salah satu dokter agar bisa mendapatkan bantuan dari PT Timah Tbk.

“Lalu dari Dokter Berry dikasih solusi, bagaimana jika mengajukan bantuan ke PT Timah, enggak nyangka dapat bantuan dari PT Timah,” ucapnya.

“Kamu hanya bisa berterima kasih kepada PT Timah. harapan kami, Semoga selalu jaya, selalu sukses untuk PT Timah, serta bisa bantu yang lainnya juga,” kata pekerja di pabrik kopi ini.

Dirinya enggan untuk membuka donas untuk biaya pengobatan anaknya, pasalnya pernah kondisi ini pernah disalahmanfaatkan oleh oknum tertentu.
    
Sementra itu sang Suami, Sumidi (47) yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan ini pun tidak dapat beraktifitas seperti biasanya, dikarenakan dirinya harus menjaga sang buah hati.

“Sudah empat tahun ini saya sudah tidak bekerja lagi, jadi benar-benar fokus untuk menjaga Dirgantara,” katanya.

Ia menyebutkan, pihaknya rutin melakukan terapi sebagai ikhtiar untuk kesembuhan buah hatinya.

“Selama dua kali dalam seminggu, kami pun rutin menjalani terapi, dari Dirgantara Lahir hingga sampai sekarang, itu kami masih rutin terapi. Alhamdullilah ada perkembangannya, walaupun berat badan Dirgantara cuma naik satu hingga dua ons saja dalam satu bulan,” ungkap Sumidi.rill/(wa)

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d blogger menyukai ini: