Budaya Literasi Masyarakat Rendah, Berita Hoaks (Semakin) Dipercaya

 

Oleh: Margaretha Br Sitanggang
Mahasiswa FH Universitas Bangka Belitung

 

BANYAK diantara kita menyadari betapa pentingnya budaya literasi. Namun, jika kita lihat pada kenyataan sesungguhnya Indonesia tergolong negara yang budaya literasinya masih rendah. Hal itu membuktikan bahwa tingkat kesadaran masyarakat masih kurang akan pemahaman literasi tersebut, sehingga masih harus perlu ditingkatkan.

Ketika budaya literasi ini semakin rendah, maka pemahaman masyarakat tentang keilmuan juga akan rendah, sehingga berujung pada merebaknya kebodohan di negara kita.Teknologi yang juga semakin berkembang pesat sejauh ini, mengubah pola kegiatan sebagian besar masyarakat, sehingga mengharuskan kita untuk terus mengikuti perkembangan zaman.

Ditambah lagi dengan pengaksesan informasi secara cepat setiap harinya akan memicu kepercayaan masyarakat terhadap berita palsu semakin tinggi. Ketika hoaks mulai dipercaya oleh masyarakat, maka akan menimbulkan keresahan, yang didapatkan dari berita bohong (Hoaks) berupa gambar, foto, video, narasi, dan juga suara. Kesemuanya terkadang mengandung unsur penghinaan, sehingga memicu perdebatan dan adu domba serta menimbulkan perpecahan.

Acapkali masyarakat hanya membaca sebuah berita, lalu malas untuk mengecek ulang kebenarannya, sehingga akan mudah percaya begitu saja apalagi terhadap konten yang viral yang dianggap memang benar dilihat dari tingginya like, comment dan share. Hal tersebut membuktikan bahwa niat dan kesadaran masyarakat untuk membaca masih sangat rendah.

Masih banyak orang dengan mudah percaya dengan berita palsu karena hanya membaca judul yang menarik saja, yang menimbulkan emosi sesaat sehingga menyetujui opini tersebut. Orang-orang yang pada awalnya skeptis juga akan terkontaminasi dengan yang dilihatnya berulang kali.

Jika kondisi ini terus dibiarkan begitu saja, maka masyarakat yang percaya juga akan ikut serta menyebarkan berita palsu.

Nah, ketika kita banyak membaca otomatis pemahaman kita tentang ilmu juga bertambah, sehingga ketika hoaks menyerang masyarakat, kita bisa menyaring terlebih dahulu sebelum medoktrin pikiran kita. Dengan begitu, kita tidak terpancing emosi. Semakin banyak orang yang paham akan pentingnya literasi, maka semakin berkurang berita hoaks yang beredar.

Perlu kita ketahui bersama, saat ini setiap orang yang terbukti melakukan penyebaran berita bohong akan dijerat pidana karena sudah jelas diatur dalam Undang-Undang ITE dan perubahannya.

Maka untuk itu, mari bersama-sama kita mulai dari diri sendiri untuk sadar bahwa perlunya budaya literasi bagi hidup kita, sehingga tidak mudah dipecah belah dan dijauhkan dari perbuatan yang melanggar aturan yang berlaku, agar kita juga mampu bersaing dengan negara-negara lain yang lebih maju.