MUNTOK, LASPELA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat (Babar) menerima kunjungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bangka Belitung (Babel), di Ruang OR I Setda Babar, Kamis (26/8/2021)
Rombongan diterima langsung oleh Bupati Babar, Sukirman, Kapolres Babar AKBP Agus Siswanto, Kajari, Helena Octavianne, Dandim 0431 Babar, Letkol Inf. Agung Wahyu, dan Ketua PN Muntok, Erica Mardaleni.
Kepala BNN Provinsi Babel Brigjen Pol Zainul Muttaqien, mengatakan kegiatan kunjungan yang dilakukan oleh pihaknya ini bertujuan untuk mensosialisasikan Intruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2020, yang megamanatkan terbentuknya tim terpadu untuk mencegah dan memberantas narkotika.
“Tim terpadu ini dipimpin oleh kepala daerah yang anggotanya teman-teman aparat penegak hukum TNI dan Polri, dan dibentuk dari tingkat kabupaten sampai dengan desa. Nanti ada bhabinsa, bhabinkamtibmas, serta kepala desa,” ujar Brigjen Pol Zainul Muttaqien.
Sementara itu, Bupati Babar Sukirman, dalam sambutannya mengatakan, saat ini semua pihak sedang terlena menangani Pandemi Covid-19, sehingga melupakan urusan penyalahgunaan narkoba, padahal bahaya yang ditimbulkan sangat besar.
Terlebih di Bangka Barat khususnya kota Muntok menjadi pintu gerbang masuknya pendatang dari Sumatera, ditambah lagi banyaknya jalur tikus yang rawan digunakan sebagai pintu masuk lalu lintas narkoba.
“Saya lihat betapa luar biasanya narkoba. Di sini kita sering kecolongan. Saya sering sampaikan kepada kawan-kawan bhabin, daripada kita bercerita tentang penangkapan, kita cerna dulu pola hidup dan kebiasaan anak-anak muda kita,” ungkapnya.
Sukirman melihat pola hidup anak-anak muda, terutama di jalan-jalan antara Pangkalpinang-Muntok, kerap nongkrong di pinggir sungai pada malam hari.
“Kalau bapak jalan jam delapan malam ke atas dari Pangkalpinang ke sini, ada sungai di pinggir hutan, orangnya di bawah kakinya diatas motor, kira-kira ngapain tu anak-anak ya? Ada yang ngelem adek
-adek itu,” katanya.
Menurut dia, pendekatan bandar narkoba saat merekrut para konsumennya dengan cara memberi subsidi ketika para pengguna tersebut belum punya uang, sampai mereka benar-
benar kecanduan dan terikat. Namun kendalanya, bila tidak ada barang bukti, para pelaku tidak bisa ditindak.
“Jadi kita melihat di sekitar kita. BNK Bangka Barat kan tidak ada lagi. Generasi kita ini kalau kena racun ini susah normalnya. Mudah-mudahan dengan kebersamaan kita ini bisa menjadikan Bangka Barat bersih dari narkoba,” ungkap Sukirman. (Oka)