Harapan FPTI Belitung Miliki Wall Climbing Kembai Pupus

BELITUNG, LASPELA – Para atlet panjat tebing Kabupaten Belitung kembali harus menunda harapan mereka untuk memiliki fasilitas wall climbing tahun ini. Hal itu, lantaran usulan pembangunan wall climbing tidak masuk rencana Satuan Kerja Dinas Pemuda dan Olahraga (Satker Dispora) Belitung.

Kepala Dispora Kabupaten Belitung, Subagio ketika dikonfirmasi via pesan singkat WhatsApp, mengungkapkan alasan tidak dimasukkannya usulan wall climbing, lantaran terbentur oleh pemangkasan anggaran akibat Covid-19. “Tidak terakomodir di anggaran, karena KUA PPHS Dispora tahun ini kecil, banyak kegiatan yang dibatalkan,” jelasnya, Rabu (19/5/2021) lalu.

Dipastikan gagal memiliki fasilitas wall climbing, disayangkan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Belitung. “Iya, sayang sekali, mungkin karena pandemi sehingga tidak terakomodir. Padahal tahun kemarin sudah kami kawal melalui kawan-kawan di DPRD. Bahkan informasi terakhir dari salah satu anggota Badan Anggaran, menyebut poin untuk panjat tebing ini sudah mereka masukkan, dan diakomodir, cuma nanti secara globalnya masuk ke dispora,” ujar Ketua Umum FPTI Belitung, Yudi Ariyanto.

Padahal, menurut Yudi, fasilitas wall climbing sangat dibutuhkan sebagai sarana pembinaan atlet. Terlebih, wall climbing di halaman GOR Tanjungpandan sudah tidak laik pakai. “Papan panjat itu dibangun saat gelaran Porprov tahun 2006, dan sekarang sudah roboh, tinggal rangka besinya saja. Jadi atlet kami sekarang tidak bisa latihan dengan maksimal. Padahal, perlombaan Porprov sudah semakin dekat,” terang Yudi.

Panjat tebing sendiri, kata Yudi menjadi salah satu cabor (cabang olahraga) yang menunjukkan prestasi di Belitung, dengan berkontribusi menyumbangkan berbagai medali di setiap event.

“Meskipun dulu kami minim sarana, namun atlet kami masih tetap ada yang berprestasi. Bahkan, di PON Jawa Barat kemarin, ada atlet kami yang tergabung dalam tim beregu putri Babel, berhasil meraih medali perak,” katanya. (Rill/Ded)