DONE

Home / KABUPATEN BANGKA / Kumpulan Berita Bangka Belitung / NEWS

Jumat, 30 April 2021 - 16:31 WIB

BPJ: Legalitas ‘Meja Goyang’ Harus Dipikirkan

SUNGAILIAT, LASPELA — Bambang Patijaya (BPJ) usulkan ke Kementerian ESDM agar bisa melegalkan pelaku home industri Logam Tanah Jarang (LTJ) di Bangka Belitung (Babel).

Anggota Komisi VII DPR RI itu sempat membawa Dirjen ESDM ke tempat pelaku home industri yang ada di Bangka beberapa waktu lalu untuk bisa mencarikan solusi.

“Saya sudah sampaikan ke pak dirjen dan melihat langsung ke pelaku ‘meja goyang’ (home industri-red) agar mereka tahu asal logam tanah jarang yang ada di smelter atau perusahaan yang bergerak bidang ini,” ungkapnya, kemarin.

Untuk itu, BPJ meminta agar para pelaku home industri tersebut memiliki legalitas yang jelas, sehingga bisa pemanfaatan lebih lanjut.

“Mereka ini harus dipikirkan legalitasnya. Karena ketika punya legalitas, mereka bisa bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan,” tutur BPJ.

Menurut BPJ, proses hilirisasi logam tanah jarang tidak akan bisa dilakukan jika dua hal berikut belum terpenuhi.

Pertama, persolan nilai cadangan. Ia mengatakan data mengenai ketersediaan logam tanah jarang di wilayah Bangka Belitung belum diketahui secara pasti.

“Semuanya mengatakan barang logam tanah jarang di Babel ini banyak. Pertanyaan saya adalah datanya mana,” tanyanya.

“Yang namanya data itu adalah hasil eksplorasi bukan main kira-kira.
Kenapa permasalahan data itu penting, sebetulnya ini ekonomis atau tidak,” tambahnya.

Selain itu, ketua DPD Partai Golkar Bangka Belitung ini juga menegaskan bahwa hal kedua yang wajib dipenuhi yakni terkait regulasi yang sah.

Ada tiga logam tanah jarang di Bangka Belitung yang bisa dikelola secara ekonomis yaitu, zircon, ilmenit, dan monazite. Namun, dirinya sebutkan dari tiga logam tanah jarang tersebut yang sudah memiliki regulasi adalah zircon.

“Satu-satunya yang sudah memiliki regulasi itu cuma zircon, itupun belum tuntas,” katanya.

“Jadi, zircon ini proses tatacara ekspornya diatur. Kemudian kadarnya pun diatur 65,5 persen keatas. Ketika boleh ekspor 65,5 persen, lalu kandungan 34,5 persennya apa yang boleh dan tidak. Apakah boleh barang yang lain misalkan uranium, monazite dan sebagainya. Ini kan tidak diatur disitu,” tukasnya. (mah)

Share :

Baca Juga

HEADLINE

Catatan Khusus Bagi 4 Kabupaten/Kota Dari Kapolri

KABUPATEN BANGKA

Akibat Banyaknya Komponen dan Lampu Jalan Yang Hilang,  Pemerintah Alami Kerugian 80 Juta

EKO-BISNIS

Pemkot Inginkan Dua Raperda ini di Setujui

KABUPATEN BANGKA TENGAH

Sustini: Hadirnya Mobil Sehat PT Timah Saya Bisa Berobat Gratis

Kumpulan Berita Bangka Belitung

Awasi Hutan Lindung, Gubernur Erzaldi Sarankan Dishut Libatkan Masyarakat

KABUPATEN BELITUNG

Gubernur Ingin Generasi Muda Bangka Belitung Miliki Jiwa Entrepreneur

EDU-BUDAYA

Cekal Penyebaran Covid-19, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Air Gegas Patroli 3 M

HUKUM

Mobil Truk Bermuatan Kardus Terguling di Desa Riding Panjang
Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d blogger menyukai ini: