Home / NASIONAL / NEWS

Kamis, 8 April 2021 - 23:25 WIB

LDII Dukung Sanusi Pane dan M. Tabrani Sebagai Pahlawan Bahasa

JAKARTA, LASPELA – Bahasa bukan hanya alat komunikasi, ia memiliki fungsi yang sangat mendasar dalam membangun sebuah bangsa. Identitas bangsa bisa dilihat dari bahasa. Bahkan, bahasa menjadi pemersatu untuk membentuk sebuah negara. Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Pengarah (SC) Munas IX LDII, Iskandar Siregar.

“Jauh sebelum Indonesia berdiri, pada 1928 para pemuda dalam Kongres Pemuda sudah menetapkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu, sebuah negeri yang belum terbentuk yaitu Indonesia,” ujar Iskandar Siregar.

Inilah disebut Iskandar, menjadi salah satu keistimewaan Indonesia yang baru terbentuk 17 tahun kemudian sejak peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Bahasa Indonesia juga hadir sebagai penyelamat saat Perang Dingin berakhir. Ketika negara-negara Blok Timur terpecah karena hilangnya tokoh pemersatu, Indonesia tak mengalami hal itu.

“Yugoslavia terpecah karena kehilangan sosok Josip Broz Tito meninggal dunia. Indonesia pada 1998 dikhawatirkan pecah, tapi Bahasa Indonesia menjadi pengikat sehingga Indonesia tetap utuh hingga saat ini,” ujarnya.

Baca Juga  Gandeng PT Timah, Tumpah.ID Gelar Diskusi Pengelolaan Sampah Desa Balun Ijuk

Dalam pandangan Iskandar, bersatunya bangsa Indonesia merupakan modal dasar pembangunan nasional. “Persatuan tersebut memerlukan pergerakan sosial. Bukan perjuangan dengan senjata, melainkan perjuangan dengan politik kebahasaan untuk mewujudkan bangsa Indonesia bersatu di dalam wilayah NKRI,” katanya.

Ia lalu menyebut dua tokoh nasional pada era pergerakan, yakni Sanusi Pane dan M. Tabrani. Sanusi Pane yang lahir di Muara Sipongi, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Sementara Mohammad Tabrani adalah wartawan asal Madura. Keduanya menentang usulan Mohammad Yamin yang ingin menjadikan Bahasa Melayu sebagai bahasa nasional Indonesia.

Berkat jasa keduanya, menurut Iskandar, politik bahasa itu mengikat keragaman budaya dan adat istiadat. Indonesia menjadi salah satu negara terunik di dunia, dengan ratusan suku dan bahasa namun terikat secara batin oleh Bahasa Indonesia,

“Berkat jasa keduanya, seluruh elemen bangsa mampu memelihara Indonesia dan terus berkarya demi kesejahteraan rakyat Indonesia. Sebagaimana cita-cita para pendiri bangsa,” ujarnya lagi.

Baca Juga  Perizinan Selesai, Agustus Mc'Donald Hadir di Pangkalpinang

Namun menjadi bangsa yang merdeka dan bersatu bukannya tanpa tantangan. “Bahasa sebagai produk budaya menghadapi benturan akibat budaya global. Untuk itu kita perlu mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing,” ujarnya.

Dengan cara itulah, menurut Iskandar Indonesia menjaga kemerdekaan dan independensinya. Selagi Bahasa Indonesia masih menjadi bahasa pemersatu di nusantara ini, maka bangsa Indonesia masih terjaga eksistensinya.

Untuk itu, LDII mendukung Sanusi Pane dan Mohammad Tabrani sebagai pahlawan nasional, perintis dan pejuang bahasa nasional Indonesia “Bagi warga LDII, mereka adalah pahlawan nasional di bidang bahasa, atau pahlawan bahasa yang jasanya bisa dinikmati hingga kini,” ujarnya.

Melalui Munas IX, LDII mewujudkan dukungan itu dengan mengumpulkan tanda tangan dari para peserta. “Kami berharap, kedua tokoh bahasa yang mendedikasikan hidupnya melestarikan Bahasa Indonesia itu menjadi pahlawan nasional,” katanya.(rill/rga)

Share :

Baca Juga

BANGKA BELITUNG

Hadiri Temu Lapang, Bupati Ibnu: Petani di Bateng Sangat Terbantu Dengan Adanya Ma11

BANGKA BELITUNG

Bawaslu Basel Terus Rekrutmen Pengawas Desa dan Kelurahan

BANGKA BELITUNG

Pemprov Gelar Rakor Forsesdasi Wilayah Babel

BANGKA BELITUNG

dr Hendra : Kami Mendapat Jaminan dari KKP kelas 3, Semuanya Sudah Diterapkan Protokol Kesehatan

BANGKA BELITUNG

Seribu Bola Untuk Halau Serbuan Pedagang dan Parkir Liar

BANGKA BELITUNG

Gubernur Apresiasi Pengungkapan Pupuk Tanpa Izin

BANGKA BELITUNG

Abdul Fatah : Melalui Rakorda, BKKBN Diharapkan Dapat Meningkatkan Strategi Program KKBPK Yang Belum Optimal

BANGKA BELITUNG

Pelatihan Dewan Hakim, Bentuk Dukungan dan Komitmen Pemprov Babel
Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d blogger menyukai ini: