Home / BANGKA BELITUNG / EKO-BISNIS / NEWS / PANGKALPINANG

Senin, 5 April 2021 - 17:34 WIB

Pantau Badan Usaha, KPK Akan Masuk Babel

Wakil Ketua KPK RI, Lili Pintauli Siregar memberikan sambutan pada acara FGD bersama KADIN Babel, Senin (5/4/2021). (Foto : Rangga)

Wakil Ketua KPK RI, Lili Pintauli Siregar memberikan sambutan pada acara FGD bersama KADIN Babel, Senin (5/4/2021). (Foto : Rangga)

PANGKALPINANG, LASPELA – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Lili Pintauli Siregar membuka peluang akan berdirinya Direktorat Badan Usaha KPK di daerah-daerah termasuk Bangka Belitung (Babel), sebagai salah satu upaya KPK dalam melakukan pencegahan terhadap tindak pidana korupsi yang melibatkan badan usaha.

Hal itu disebutkan Lili saat menjadi pembicara dalam kegiatan koordinasi dan diskusi bersama Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI oleh Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Bangka Belitung (Babel), bertajuk “Program Pencegahan Korupsi pada Badan Usaha Bersama Pimpinan KPK RI”, Senin (5/4/2021).

Suasana kegiatan FGD antara KADIN Babel dan KPK RI, Senin (5/4/2021). Foto : Rangga/Laspela

Lili mengungkapkan, tindak pidana korupsi yang ditangani KPK sejauh ini di dominasi oleh para pelaku usaha selain legislatif dan Aparatur Sipil Negara (ASN). “Ternyata kasus korupsi yang banyak kami tangani justru di dominasi oleh badan usaha. Ini menjadi jalan mereka (pelaku usaha) untuk melakukan pencucian uang,” katanya.

Baca Juga  Melly : Jadi Mitra Binaan PT Timah Itu Menyenangkan, Banyak Beri Kemudahan

Hanya, KPK tidak bisa melakukan penindakan lebih jauh sebelum disahkannya aturan, yang menyatakan badan usaha dapat dijadikan pelaku dalam tindakan korupsi sejak 2017. Oleh karena itu, kata Lili penting untuk hadirnya Direktorat Badan Usaha KPK di daerah sebagai upaya pencegahan terhadap tindakan korupsi.

“Sejak 2000 sampai 2014 kami tidak bisa melakukan penindakan, kecuali korupsi itu dilakukan individu. Sekarang sebagai subjek hukum, badan usaha bisa dilakukan penindakan, yang efeknya bisa dilakukan penutupan atas badan usaha itu,” katanya.

Keterlibatan para pengusaha, lanjut Lili seperti dalam mengikuti proyek atau pengadaan barang. “Saya berharap di Bangka Belitung tidak ada. Untuk itu penting kami hadir di sini untuk memberikan penjelasan kepada pelaku usaha di Bangka Belitung. Karena ini merupakan memang kewajiban KPK. Kami berharap bisa bekerja sama dengan KADIN untuk mensosialisasikan ini,” katanya lagi.

Baca Juga  Ini Daftar SPBU Terapkan Harga Pertalite Setara Premium di Pangkalpinang

Namun, di tengah tingginya kasus korupsi di setiap daerah, Provinsi Babel justru menjadi daerah dengan kasus korupsi terendah di Indonesia dengan minimnya kasus yang ditemui KPK. Hal ini, kata Lili menjadi cerminan jika keterlibatan pelaku usaha ataupun badan usaha di Babel atas kasus korupsi juga minim. “Dari data kami diketahui bahwa Bangka Belitung menjadi daerah kasus terendah di Indonesia, ini harus di apresiasi,” kata Dia. (rga)

Share :

Baca Juga

BANGKA BELITUNG

Mahasiswa Stisipol Pahlawan 12 Gelar  Kegiatan Pengabdian Terhadap Masyarakat

BANGKA BELITUNG

Puskesmas Tanjung Binga Luncurkan Layanan SMS Gateway

BANGKA BELITUNG

Reaktif, Bayi Berumur 10 Hari Berasal Dari Kecamatan Dendang Diisolasi Di RSUD Beltim

ADVERTORIAL

DPD KNPI Bangka Belitung Mengundang Para Senior Untuk Bertemu Kangen

BANGKA BELITUNG

Polres Bateng Raih Penghargaan Pelayan Publik Dari Kemenpan RB

BANGKA BELITUNG

Cegah Penyebaran Covid-19, Tes SKB CPNS Basel Terapkan Protokol Kesehatan

BANGKA BELITUNG

Geluti Hobi Sejak 2006, Pekarangan Rumah Bob Dihuni Puluhan Tanaman Bonsai

BANGKA BELITUNG

Kurun Waktu 48 Jam, Resnarkoba Basel Bekuk Tiga “Pemain” Sabu Total Barang Bukti 12,82 Gram
Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d blogger menyukai ini: