Home / INTERNASIONAL / NEWS

Jumat, 2 April 2021 - 15:03 WIB

Polisi Brussels Bubar Paksa Ribuan Orang di Festival April Mop dengan Water Cannon

Kepolisian Kota Brussels membubarkan kerumunan di taman Bois de Cambre dengan water cannon. (Foto : credit EPA)

Kepolisian Kota Brussels membubarkan kerumunan di taman Bois de Cambre dengan water cannon. (Foto : credit EPA)

BRUSSELS, LASPELA – Kepolisian Kota Brussels, Belgia membubarkan 2.000 orang di taman Bois de Cambre. Bak sebuah film, polisi anti huru hara menyemprotkan water cannon atau meriam air ke ribuan orang yang hadir di acara festival musik April Mop. Selain itu, polisi berkuda juga menyerang kerumunan.

Polisi anti huru hara berkuda juga membubarkan kerumunan. (Foto : credit EPA)

Dilaporkan thesun.co.uk, banyak pengunjung pesta pada 1 April 2021 itu berteriak dan melarikan diri dari tempat kejadian. Tidak sedikit para kerumunan melakukan perlawanan dengan melakukan lemparan botol ke arah para polisi. Diperkirakan, sebanyak 11 orang terluka akibat pembubaran paksa itu, sementara ada 15 orang diduga sebagai perusuh ditangkap oleh polisi.

Seorang wanita mengalami pendarahan akibat pembubaran. (Foto : credit EPA)

Kerumunan ribuan orang ini mendapatkan kecaman keras dari Wali Kota Brussels, Philippe Close. Ia mengutuk para perusuh yang tetap hadir pada acara bertajuk ‘La Boum’. Padahal, pihak penyelenggara sudah berulang kali menegaskan jika festival itu hanyalah sebuah lelucon April Mop.

Polisi menangkap perusuh pada aksi pembubaran kerumunan. (Foto : credit EPA)

Kekesalan Wali Kota Brussels diungkapkannya dalam isi twitt-nya. “Orang-orang perlu menghirup udara segar, tetapi kami tidak dapat mentolerir pertemuan semacam itu di Bois de la Cambre, setelah mengamati lagi sore ini dengan direktur Saint-Pierre upaya yang dilakukan di pusat vaksinasi untuk memerangi virus ini,” tulis Philippe Close.

Para kerumunan mendapatkan penyemprotan water cannon sebagai upaya pembubaran oleh polisi. (Foto : EPA)

Wajar saja tindakan tegas tersebut dilakukan oleh pemerintahan setempat. Pesta itu digelar hanya berselang beberapa hari setelah Perdana Menteri Belgia Alexander De Croo, mengumumkan pada 24 Maret diterapkan kebijakan lockdown selama empat minggu. Seluruh sekolah, universitas dan pelayanan ditutup.

Baca Juga  Tutup Kajari Cup, Helena Ajak Lestarikan Pencak Silat di Babar

Belgia saat ini sedang dalam masa krisis akibat tingginya angka positif di negara itu. Mereka tercatat sebagai negara dengan tingkat kematian per kapita tertinggi ketiga di dunia. “Itu adalah keputusan yang sulit. Saya memahami bahwa banyak orang akan kecewa,” kata De Croo. (rga)

Share :

Baca Juga

BANGKA BELITUNG

1 Pasien Isolasi Dinyatakan Negatif, Fauzan : Sampai Hari Ini Tidak Ada Yang Positif

BANGKA BELITUNG

Postur Pariwisata dalam GIPI Babel Talk: Wisata Berkearifan Lokal

BANGKA BELITUNG

Kapolres Bangka Barat Kunjungi Kantor Penyelenggara Pilkada Guna Koordinasi Kesiapan Pilkada 2020

BANGKA BELITUNG

Bersama Penyuluh KB, Bawaslu Basel Gelar Pendidikan Pemilu bagi Emak-Emak

BANGKA BELITUNG

Fun Road Race 2 Bateng Berlangsung Meriah

BANGKA BELITUNG

Wagub Ajak Masyarakat Belitung di Jabotabek Dukung Belitung Global Geopark

BANGKA BELITUNG

Ikatan Alumni SMAN 1 Pemali Bagikan Hand Sanitizer Bantuan PT Timah

BANGKA BELITUNG

HUT ke-73 RI, Swiss Belhotel Berikan Diskon 20% untuk Konsumsi Food & Beverage
Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d blogger menyukai ini: