Home / BANGKA BELITUNG / EKO-BISNIS / NASIONAL / NEWS / PANGKALPINANG / PROPERTI

Selasa, 2 Maret 2021 - 16:18 WIB

BI Terbitkan Pelonggaran Pembiayaan Kredit Properti dan Otomotif

PANGKALPINANG, LASPELA – Bank Indonesia (BI) mengeluarkan kebijakan baru dengan menerbitkan relaksasi rasio loan to value/financing to value atau LTV/ FTV untuk kredit pembiayaan maksimal 100 persen.

Kelonggaran berupa uang muka di sektor pembiayaan atau kredit properti dan otomotif berlaku efektif 1 Maret 2021 sampai dengan 31 Desember 2021.

Kebijakan BI tersebut tertera pada Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 23/2/PBI/2021 tentang Perubahan Ketiga atas PBI No. 20/8/PBI/2018 tentang Rasio LTV Untuk Kredit Properti, Rasio FTV untuk Pembiayaan Properti, dan Uang Muka untuk Kredit atau Pembiayaan Kendaraan Bermotor (PBI LTV/FTV dan Uang Muka).

Ketentuan yang dikeluarkan bank sentral itu dengan down payment 0 rupiah pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Hanya saja, tidak semuanya dapat diberlakukan, tapi untuk kategori tertentu seperti rumah tapak, rumah susun, serta ruko/rukan.

Baca Juga  Tak Melulu Tentang Modal, PT Timah Juga Pasarkan Produk UMKM via Offline dan Online

BI menyebutkan, tidak semua bank yang bisa memberikan pelonggaran LTV hingga 100 persen, dan hanya diberlakukan kepada bank yang memenuhi beberapa kriteria kesehatan rasio kredit bermasalah (NPL/NPF) tertentu.

“Bagi bank yang memenuhi kriteria non performing loan/non performing financing tertentu, dan menghapus ketentuan pencairan bertahap properti inden untuk mendorong pertumbuhan kredit di sektor properti, dengan tetap memerhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko,” ujar Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, dalam rilis yang diterima Laspela.com, Selasa (2/3/2021).

Kebijakan ini ditambahkannya, merupakan kebijakan makroprudensial yang bersifat akomodatif, yang diperlukan untuk mendorong sektor perbankan menjalankan fungsi intermediasi yang seimbang dan berkualitas.

Baca Juga  Sekda Inginkan Salat Zuhur Berjamaah Selama Ramadan

Selain itu, kredit atau pembiayaan perbankan masih dalam proses pemulihan. Di tengah risiko kredit yang relatif masih terjaga, KP/PP dan KKB/PKB perlu diakselerasi untuk mendukung pemulihan di sektor terkait, yang pada akhirnya akan mendukung kinerja perekonomian nasional.

Pelonggaran uang muka juga berlaku di sektor otomotif untuk untuk semua jenis kendaraaan bermotor baru. “Keputusan tersebut merupakan bagian langkah-langkah sinergi kebijakan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam Paket Kebijakan Terpadu untuk Peningkatan Pembiayaan Dunia Usaha dalam rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi,” pungkasnya.(rill/rga)

Share :

Baca Juga

BANGKA BELITUNG

Wagub Jadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Dharma Karya Dhika 2019

BANGKA BELITUNG

Vidcon Bersama Perwakilan Pimpinan Daerah, Erzaldi Sampaikan Perkembangan Covid-19 di Babel

BANGKA BELITUNG

Cak Nanto : Kader Pemuda Muhammadiyah itu Harus Mampu Memberi Solusi

BANGKA BELITUNG

Dua Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh, Satu Diantaranya Mahasiswa

BANGKA BELITUNG

Ini Mekanisme Bagi Calon Pengantin untuk Nikmati Layanan Mobil “Molen Senyum PGK”

BANGKA BELITUNG

Ketua TP PKK Babel Ingatkan Pentingnya Pemberian Makanan Tambahan

HUKUM

Reformasi Hukum Tahap II, Ini Tiga Hal yang Jadi Prioritas

BANGKA BELITUNG

Resmi Sandang Gelar Doktor, Ini Pesan Prof Khasan Effendy Kepada Justiar Noer
Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d blogger menyukai ini: