Home / BANGKA BELITUNG / NEWS / PANGKALPINANG / PEMKOT PANGKALPINANG

Rabu, 17 Februari 2021 - 00:06 WIB

Masih Ada Kawasan Kumuh di Pangkalpinang, Walikota Bicara Strategi

Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil saat diwawacarai wartawan, Selasa (16/2/2021). (Foto : Dinda A. Tiantie)

Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil saat diwawacarai wartawan, Selasa (16/2/2021). (Foto : Dinda A. Tiantie)

PANGKALPINANG, LASPELA – Kota Pangkalpinang sebagai Ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ternyata belum juga terbebas dari kawasan kumuh. Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil turut mengomentari perihal kawasan kumuh yang masih dijumpai di enam kelurahan.

“Kita di Kota ini memang padat penduduknya, orangnya banyak, kita terus berupaya agar di Kota Pangkalpinang jadi tidak ada kawasan kumuh lagi,” ujarnya, Selasa (16/2/2021).

Dalam membangun sebuah kawasan untuk menghilangkan kesan kumuh, Molen-sapaan akrabnya menuturkan, ada strategi-strategi yang dapat ditempuh. Salah satunya yaitu pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pusat. “Dari segi penganggaran kita kejar DAK, kita terus berupaya untuk itu,” katanya.

Baca Juga  Masyarakat Sinarjaya Jelutung Donor Darah Massal, Terkumpul 65 Kantong Darah

Dengan adanya sokongan dana, akan memudahkan langkah yang diambil, sehingga pihaknya, lanjut Molen bisa merancang perencanaan pambangunan untuk menghilangkan stigma kumuh di Pangkalpinang.

“Seperti kita berbicara membangun sebuah rumah itu kita harus mulai dari mana dulu. Apa dari pondasi, atau apa. Disitu ada strategi-strategi yang dilakukan untuk menciptakan pembangunan suatu daerah,” ujarnya.

“Sektor unggulan apa yang menjadi unggulan, ada teknik yang harus kita lakukan, tidak sembarangan kita lakukan. Bagaimana cara kita memancing semut datang, dan apa multi player effectnya,” lanjutnya.

Baca Juga  Harlah ke-35, Gemabudhi Babel Berbagi Sembako untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

Sejauh ini, Pemkot Pangkalpinang diakui Molen telah mencoba segala cara meminimalisir tersebarnya kawasan kumuh ditengah kondisi keuangan yang minus. “Kita memancing salah satu zona, contohnya kawasan hijau tapi ada titik umumnya disitu, dan sebenarnya kita memancing untuk KOTAKU agar DAK-nya kesana, jadi kita saling bantu,” pungkasnya. (dnd)

Share :

Baca Juga

BANGKA BELITUNG

Rektor UBB Lantik Dua Wakil Rektor Masa Bakti 2020-2024

BANGKA BELITUNG

Badri Berharap Peringatan HUT ke 75 RI Dapat Memperkokoh Kedaulatan

BANGKA BELITUNG

Jelang Ramadhan Dan Idul Fitri, Bea Cukai Bentuk Tim Pengawasan Barang

BANGKA BELITUNG

TPID Wujudkan Stabilitas Harga dan Kendalikan Inflasi

BANGKA BELITUNG

150 Siswa di Babel Dapat Bantuan Paket Data dari JFX-KBI

BANGKA BELITUNG

Peringati HPN 2021, PWI, Pokja Jurnalis Basel dan TNI-Polri Gelar Baksos

BANGKA BELITUNG

Armanto : Berkat Dana Pinjaman PT Timah Sangat Terbantu untuk Kelangsungan Usaha Saya

BANGKA BELITUNG

LDKS SMAN 1 Puding Besar Siapkan Siswa Jadi Pemimpin Berkarakter
Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d blogger menyukai ini: