Anggota DPRD Basel, Yogi Maulana Bantah Melakukan Pemukulan Terhadap Anggota Polda Babel


Oleh: Nopranda Putra




TOBOALI, LASPELA – Satu orang anggota polisi berdinas di Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Bangka Belitung jadi korban pengeroyokan oleh salah satu oknum anggota DPRD Bangka Selatan yang diketahui bernama Yogi Maulana warga desa Sebagin, kecamatan Simpang Rimba, kabupaten Bangka Selatan.

Informasi yang berhasil dihimpun, saat kejadian anggota polisi tersebut bersama istri dan anaknya hendak pulang ke rumah di daerah Kampung Keramat, Pangkalpinang dari pusat pembelanjaan di kota Pangkalpinang.

Dan saat perjalanan pulang terjadi cek cok mulut antara kedua belah pihak itu. Saat kejadian, diduga Yogi dalam keadaan mabuk. Dan di dalam mobil Yogi terdapat enam orang, tapi hanya empat orang yang keluar dari mobil dan diduga memukul anggota polisi tersebut. Kejadian terjadi sekira pukul 23.00 Wib di terminal Kampung Keramat Pangkalpinang.

Saat awak media menghubungi Yogi untuk mengkonfirmasi perihal kejadian itu, Yogi membantah kalau dirinya melakukan pemukulan terhadap anggota polisi Polda Babel tersebut.

“Memang ada keributan malam Minggu kemarin, yang terjadi kawan saya, karena saya nyetir mobil, mereka adu mulut habis itu sempat saling pukul, Kalau ngomongin korban susah, karena saya dan kawan saya juga dipukul dan kami tidak dalam keadaan mabuk,” kata Yogi, Senin (15/2) anggota DPRD dari Dapil 4 itu.

Usai ribut, lanjut Yogi sempat terjadi damai antara kedua belah pihak. Hanya saja untuk diklarifikasi, yang mukulin dirinya dan rekan-rekannya itu bukan anggota polisi itu, tapi ada pihak ketiga lainnya.

“Tapi yang mukulin kami bukan polisi, tapi pihak ketiga yakni oknum preman di Terminal Kampung Keramat, sedangkan anggota polisi ini posisinya sudah dileraikan dan diarahkan keluar,” terangnya.

Diungkapkan dia, jika dirinya dan rekannya melakukan pemukulan, tidak mungkin anggota polisi mau damai, tidak mungkin polisi sebagai penegak hukum mau damai kalau dia dan rekannya itu mengeroyok anggota polisi tersebut.

“Sebenarnya bukan karena salah anggota polisi ataupun polisi, tapi oknum preman terminal Kampung Keramat. Dirinya juga tidak mengetahui kenapa oknum preman bisa ikut campur dalam keributan itu, mungkin oknum preman itu tidak paham,” ungkapnya. (Pra)

Share :

Baca Juga

BANGKA BELITUNG

Karutan Minta Anak Buah dan Penghuni Rutan Test Urine

BANGKA BELITUNG

Sambut Ramadan, Mahasiswa KKN-I IAIN SAS BABEL Gelar Pawai Obor Bersama Masyarakat Pusuk

BANGKA BELITUNG

Diresmikan oleh Wagub Babel: Permaba Satukan Warga Babel di Malaysia

BANGKA BELITUNG

Maryam Berikan Beras Untuk Warga Kurang Mampu di Desa Sungaiselan Atas

EKO-BISNIS

Tambang Batubara Menyengsarakan Rakyat

BANGKA BELITUNG

Pemprov Babel Cairkan Bantuan Sosial Tunai kepada 1.616 KPM di Kabupaten Belitung

BANGKA BELITUNG

Kepala SMPN 1 Koba Puas Dengan Capaian KBM Selama Masa Dirumahkan

BANGKA BELITUNG

Debat Akbar Digelar, Lima Kandidat Perebutkan Kursi Ormawa STISIPOL Pahlawan 12
Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d blogger menyukai ini: