Eddy Menilai Ada Kedangkalan Berpikir dalam Berpantun

PANGKALPINANG, LASPELA – Eddy Supriadi selaku Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Pangkalpinang, menilai adanya kedangkalan berpikir dalam berpantun selama ini.

Menurutnya berpantun sekarang hanya sebatas acara seremonial saja tanpa makna mendalam.

“Saya rasa kita ini ada kedangkalan berpikir dalam berpantun, harusnya jika kita dibekali dulu sejak kecil di dunia pendidikan pantun tidak serta merta hanya seremonial saja,” ujarnya, Kamis (5/11/2020).

Baca Juga  Kasus Narkoba Masih Mendominasi Sepanjang Tahun 2025

Berpantun sekarang ini dilakukan tidak secara mengalir, dikarenakan pola pikir yang hanya ingin dibantu orang-orang yang pandai berpantun.

“Sedangkan orang-orang yang pandai itu juga hanya beberapa. Seharusnya berpantun tidak usah pakai teks, mengalir saja,” katanya.

Baca Juga  Belum Terima Royalti 7 Persen, DPRD Babel akan Pertanyakan ke Kemenkeu dan Komisi XI DPR RI

Kedepan Dindikbud terus berupaya mengenalkan, melestarikan pantun ini masif kepada masyarakat.

“Kita harus lebih mencintai seni-seni daerah, terutama kita terus tanamkan ke anak-anak agar mereka mencintai budaya tradisionalnya,” harapnya. (dnd)

Leave a Reply