Home / BANGKA BELITUNG / Gelar Donor Darah Bersama, 30 Kantong Darah Berhasil Dikumpulkan Di Desa Dalil

Gelar Donor Darah Bersama, 30 Kantong Darah Berhasil Dikumpulkan Di Desa Dalil

BAKAM, LASPELA — Kegiatan donor darah bersama yang di selenggarakan di Balai Desa Dalil Kecamatan Bakam berhasil mengumpulkan 30 kantong darah, Sabtu (11/7/2020).

Kegiatan yang mengusung tema “Jadikan Donor Darah Sebagai Gaya Hidup” tersebut didukung dari berbagai pihak, diantaranya Karang Taruna Desa Dalil, Pemdes Dalil, PMI Bangka, Puskesmas Bakam, Komunitas Pendonor Darah (KPD) Bangka, serta BKPRMI Bangka.

Ketua pelaksana kegiatan, M Ridwan mengatakan jika hasil yang dicapai dari kegiatan donor darah tersebut melebihi dari target

“Sebelumnya kita menargetkan jumlah calon pendonor sebanyak 25 orang. Ternyata antusiasme masyarakat cukup tinggi. Yang mendaftar lebih dari 45 orang dan berhasil mengumpulkan 30 kantong darah ” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Komunitas Pendonor Darah (KPD) Bangka, Chinoy Aryanto, mengatakan jumlah tersebut cukup banyak untuk pelaksanaan donor darah bersama perdana di Desa Dalil.

“Alhamdulillah kesadaran masyarakat khususnya kaum muda di Desa Dalil untuk mendonorkan darahnya cukup tinggi. Terlihat para pendonor masih cukup muda dan kebanyakan donor merupakan pemula,” tutur Chinoy.

Kepala Desa Dalil melalui Sekretaris Desa, Iskandar memberikan apresiasi atas digelarnya kegiatan tersebut. Ia juga mengatakan Pemerintah Desa akan terus berupaya mendukung segala kegiatan positif yang dilaksanakan di wilayahnya.

“Kami sangat mendukung masyarakat untuk melakukan kegiatan donor darah. Karena donor darah merupakan salah satu upaya untuk beramal dan memberikan manfaat kepada orang lain. Semoga pendonor hari ini juga dianggap sebagai amal jariah,” ujar Iskandar.

Koordinator Lapangan PMI Bangka, Tego menyampaikan permintaan darah di PMI Bangka mencapai 11 hingga 12 kantong perhari, hal tersebutlah yang menyebabkan stok darah di PMI kerap kosong.

“Setiap hari permintaan darah di PMI Bangka mencapai sebelas hingga dua belas kantong. Sedangkan pendonor membutuhkan waktu tiga bulan untuk mendonorkan kembali darahnya. Dengan mengusung tema menjadikan donor darah sebagai gaya hidup sehat sangatlah tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut,” ungkap Tego.

Sementara itu, Ketua BKPRMI Bangka Hari Subari mengungkapkan kegiatan donor darah ini merupakan salah satu bentuk stimulus bagi para pemuda khususnya remaja masjid untuk turut ambil peran dalam kepeduliaan sesama manusia.

Karena menurutnya donor darah juga merupakan amal baik yang dapat dilakukan secara rutin.

“Bahkan pendonor kali ini ada yang masih berusia 18 tahun. Semoga hal ini dapat memacu bagi remaja yang lain untuk turut serta,” ujar Hari. (mah)

About wahyulaspela

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d bloggers like this: