Home / BANGKA BELITUNG / UMKM Tidak Hanya Butuh Modal Tetapi Pasar

UMKM Tidak Hanya Butuh Modal Tetapi Pasar

PANGKALPINANG, LASPELA – Wabah Covid-19 membuat dunia usaha termasuk UMKM semakin terpuruk. Banyak tantangan yang harus dihadapi oleh pelaku UMKM di tengah pemberlakuan berbagai kebijakan dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 di masyarakat.

Selain modal, UMKM juga diharapkan mampu melakukan berbagai inovasi dalam menggunakan perangkat digital untuk memperluas pasar. Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Erzaldi saat diwawancara oleh Daniel dari paper.id melalui aplikasi Zoom, Selasa, (7/7/2020).

Erzaldi mengatakan bahwa akibat pendemi Covid-19 pelaku UMKM perlu mendapat dukungan salah satunya akibat penurunan penjualan yang berimbas pada penurunan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

“Pelaku UMKM melakukan recovery karena mereka membutuhkan biaya untuk bertahan hidup. Oleh karena itu, sudah kewajiban kita untuk terus memberi dukungan kepada pelaku umkm kita. Saya berharap dukungan kita tidak hanya sebatas penyediaan modal saja tetapi lebih ditekankan pada perluasan pasar. Jangan sampai produk yang dihasilkan UMKM tidak dapat di jual ke pasar. Ini perlu menjadi perhatian kita bersama, dalam hal ini pihak paper.id sehingga apa yang ditawarkan oleh paper.id betul-betul dapat membantu pelaku UMKM kita,” ujarnya.

Untuk diketahui, paper.id merupakan perusahaan “software as a service” yang dapat memberi kemudahan dalam melakukan kegiatan pengelolaan bisnis termasuk UMKM. Dengan kemudahan penggunaan fitur-fitur yang saling terintegrasi diharapkan bisa mempermudah pelaku UMKM di Babel memasarkan produknya.

Sementara itu, Array dari paper.id menjelaskan bahwa fitur-fitur yang dimiliki paper.id sudah terintegrasi mulai dari invoice, accounting, dan inventory sehingga memudahkan para penggunanya.

“Ini bisa menjadi solusi bagi UMKM dalam menjawab tantangan perubahan perlaku pasar di tengah wabah Covid- 19 saat ini. Paper.id juga sangat memudahkan bagi pelaku UMKM dalam hal finansial. Kami sudah memiliki fintech yaitu jasa keuangan yang digabungkan dengan teknologi,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Erzaldi menyambut baik tawaran paper.id mengingat teknologi jasa keuangan fintech tersebut dapat memudahkan pelaku UMKM di Babel memasarkan dan memperoleh kemudahan transaksi keuangannya.

Erzaldi juga menyampaikan bahwa program pemerintah saat ini terus berupaya mendorong komoditi unggulan Babel yakni salah satunya lada untuk terus mampu bersaing di pasar global. Melalui program yang ditawarkan oleh paper.id, Erzaldi berharap dapat mendukung keinginan pemerintah tersebut.

“Bagaimana inovasi yang kami buat untuk meningkatkan nilai jual lada maupun bisa langsung menyalurkan komoditi tersebut langsung kepada marketnya, sehingga petani dapat memperoleh harga yang lebih tinggi. Oleh karena itu, kami berharap paper.id juga dapat membantu menginventarisi kebutuhan-kebutuhan UMKM di Babel agar dapat memanage dan memasarkan produknya,” pungkasnya.

Selain itu, Erzaldi juga meminta pihak paper.id dapat memberikan literasi keuangan kepada pelaku UMKM. Sehingga mereka dapat mengelola keuangan usahanya dengan tepat.rill/(wa)

About winalaspela

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d bloggers like this: