Webinar Kepramukaan DKD Babel, Bahas New Normal Bersama Dokter Paru

PANGKALPINANG, LASPELA – Dewan Kerja Daerah Pramuka Penegak dan Pandega Bangka Belitung (DKD Babel) kembali menggelar webinar Kepramukaan Gi Nyalon Yo (Gi Nyantai Online Yo).

Adapun tema kali ini ‘Lawan Covid-19 di era new normal menurut medis’. Puluhan pramuka penegak dan pandega Babel berpartisipasi dalam kegiatan yang dipandu Evan Maulana dengan narasumber dokter Spesialis Paru, dr Liyah Giovana, Sp.P. yang bertugas di RSUP Ir Soekarno.

Dokter Liyah menjelaskan upaya agar tidak tertular Covid-19, dengan menjaga kebersihan tangan, mencuri tangan, jangan lupa gunakan masker, jaga jarak minimal 1,5 meter dengan orang lain selama wabah, kurangi atau tunda aktivitas berkumpul yang beresiko penularan.

Dia mengarahkan pada new normal atau kenormalan baru, perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

“Adaptasi pada kehidupan baru, dengan tiga kriteria kelompok epidemiologi tidak menambah penularan, surveilence kesehatan masyarakat dapat mendeteksi dan mengelola kasus dan yang kontak dan mengidentifikasi munculnya kasus baru. Serta pelayanan kesehatan dengan sistem kesehatan mampu mengatasi munculnya kembali kasus Covid-19 setelah terjadi adaptasi,” urainya.

Transisi ini harus dilakukan dengan persiapan matang berbagai aspek sarana atau fasilitas yang mendukung, kemampuan pemeriksaan yang tinggi, kesadaran dan kedisplinan gaya hidup masyarakat, kesiapan kapasitas sistem kesehatan. Pelaksanaan yang tidak tepat dan kurangnya persiapan akan menyebabkan transmisi meningkat dan wabah meluas kembali. Dengan panduan new normal pada beberapa situasi, tips pencegahan di kendaraan umum, tips pencegahan di tempat kerja, pencegahan penularan di pasar atau tempat berbelanja.

“Bagaimana tips pencegahan setelah bepergian dan tips menjaga daya tahan tubuh. Dengan lima prinsip sehari-hari kenormalan baru,” katanya.

New normal sendiri merupakan perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19. Kondisi saat ini belum memenuhi sepenuhnya untuk penerapan new normal.

“Kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan termasuk kesiapan tenaga medis merupakan salah satu syarat untuk diterapkannya new normal, masyarakat harus ikut berperan aktif menerapkan protokol kesehatan pada masa new normal,” tutupnya.rill/(wa)