Home / BANGKA BELITUNG / Rapat Banmus Bahas Aktivitas Pendidikan “New Normal” dan Program Bibit Lada

Rapat Banmus Bahas Aktivitas Pendidikan “New Normal” dan Program Bibit Lada

Oleh : Wina Destika

PANGKALPINANG, LASPELA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan Rapat Banmus, di Ruang Rapat Banmus DPRD, Jumat (29/5/2020).

Rapat yang dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Babel, Didit Srigusjaya ini guna membahas kebijakan terkait aktivitas sekolah menuju “New Normal” dan juga membahas mengenai program bibit lada yang kedua hal ini sedang viral dibahas masyarakat di media sosial.

Dalam hal ini Didit Srigusjaya meminta Kepala Dinas Pendidikan Babel, M. Soleh, untuk memaparkan langkah-langkah yang akan diambil oleh Dinas Pendidikan Babel dalam menghadapi masa masuk sekolah dan masa ujian nanti.

Kepala Dinas Pendidikan Babel M. Soleh mengemukakan bahwa kegiatan pembelajaran melalui daring mulai aktif kembali pada 2 Juni hingga 12 Juni sebagai upaya kesiapan siswa menghadapi UAS kenaikan kelas.

“Tanggal 19 Juni dijadwalkan pembagian rapor dan setelah itu libur tahun ajaran 2019-2020. Tahun ajaran baru 2020-2021 akan dimulai pada 13 Juli. Dikarenakan Covid-19 belum tahu kapan berakhir, dalam menyongsong “New Normal” maka kami akan melaksanakan pilotting karena ASN provinsi mulai aktif kembali 2 Juni, sehingga pilotting SMA/SMK tiap kabupaten/kota hanya satu sekolah yang akan diaktifkan kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.

Soleh menambahkan bahwa pelaksanaan ini tak lepas dari persiapan kita untuk skenario 2020-2021, untuk penerapan ini perlu pilotting, untuk seterusnya agar siswa terbiasa dengan panduan Covid-19 ini.

Sebelumnya tenaga pendidikan dan siswa harus dipastikan dalam keadaan sehat. Akan dilakukan screening, bagi yang masuk dalam kategori 10 penyakit rentan, siswa, dan guru tersebut tidak boleh berada di sekolah. Yang di sekolah dalam kondisi sehat, protokoler sekolah harus disiapkan, infrastruktur, seperti penyediaan hand sanitizer di kelas dan satu kelas nanti akan dibagi menjadi dua shift sehingga diterapkan physical distancing di dalam ruangan dan dipastikan sesuai dengan aturan protokol kesehatan.

Soleh berharap agar hal ini bisa mendapat dukungan dari semua pihak, jika ini berhasil maka kemungkinan 2020-2021sekolah yang lain juga akan dibuka normal seperti biasa.

Hal ini mendapat tanggapan positif dari anggota dan ketua DPRD, hanya saja mereka menyarankan agar tetap mengedepankan keamanan, berkoordinasi dengan dinas kesehatan serta mengaji ulang waktu pelaksanaan pilotting ini, kalau bisa diberlakukan pada tahun ajaran baru 2020-2021, bukan di akhir tahun ajaran 2019-2020 yang efektif hanya 10 hari saja.

Terkait dengan program bibit lada yang viral, Kepala Dinas Pertanian Babel, Juaidi menjelaskan program bantuan bibit lada sudah dimulai sejak 2017, hal ini dikarenakan memang tahun itu Babel menjadi klaster lada putih nasional, sedangkan untuk bibit didukung melalui anggaran APBN.

Juaidi menambahkan bahwa dari 2017, mengalami perluasan area yang semula 350 hektar tersebar tiga kabupaten, namun 2018 mengalami peningkatan tersebar di enam kabupaten dengan luas sebanyak 600 hektar, namun tahun ini penyesuaian dengan Covid-19 masih 300 hektar. Satu hektar diberikan bantuan bibit sebanyak 1.600 batang, hal ini dijelaskan sesuai dengan pedoman Dirjen Perkebunan.

Mengenai target, proses distribusi bibit jika sudah disertifikasi, syaratnya sumber bibit dari pohon induk atau kebun induk yang ditetapkan Kementerian Pertanian RI. Dinas Pertanian Babel selalu mengawasi dan memeriksa dengan Kementerian Pertanian RI terkait proses verifikasi ini. Distribusi dibatas waktu tujuh hari, untuk dilakukan klaim bibit rusak, mati, atau cacat. Ketika lewat dari tujuh hari maka sudah lewat masa pengawasan, apabila bibit sudah ditanam itu sudah jadi tanaman.

“Calon penerima bantuan bibit ini mengusulkan melalui proposal dan diverifikasi kabupaten, kalau tidak masuk database maka tidak bisa diakomodir, kita sangat hati-hati dalam penetapan calon peserta,” ujarnya.

Juaidi mengatakan bahwa pihaknya ingin mengatasi degradasi penurunan luas lahan lada, pembinaan dan pola pengembangan akan didorong melalui korporasi dalam satu kawasan dan dimanajemen satu operasional. Pemupukan, hingga penanaman pasca panen dilakukan secara terpadu sehingga lebih baik ke depan dan membuat kebun lada percontohan dengan menggunakan junjung tanaman hidup, serta pemantauan kebun akan disiasati dengan mewajibkan tenaga JFT turun ke lapangan.(wa)

About winalaspela

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d bloggers like this: