SUNGAILIAT, LASPELA — Ketua Fraksi Partai Gerindra, Muhammad Taufik Koriyanto sesalkan sidang penyampaian anggaran pencegahan Covid-19 di Kabupaten Bangka yang dilakukan oleh DPRD Bangka bersama Pemkab Bangka pada Kamis (16/4/2020) kemarin digelar secara tertutup.
Ia menilai sidang yang dipimpin oleh Ketua DPRD Bangka, Iskandar Sidi tersebut seharusnya dilakukan secara terbuka meskipun di dalam tata tertib DPRD Bangka bisa dilaksanakan secara terbuka ataupun tertutup.
“Kenapa harus terbuka karena ini tentang anggaran kesiapan daerah dalam pencegahan covid-19. Semestinya kawan-kawan (wartawan-red) dalam garda terdepan wajib mengetahui juga peruntukan anggaran tersebut untuk apa saja,” ungkapnya, Jumat (17/4/2020).
Taufik juga mengatakan bahwa wartawan bahkan LSM memiliki porsi masing-masing untuk mengetahui penggunaan dana tersebut agar bisa disebarkan ke masyarakat.
“Wartawan, LSM maupun dewan memiliki tanggungjawab masing-masing, paling tidak bisa menyampaikan ke masyarakat bahwa pemda sudah menyiapkan dana sekian dalam pencegahan covid-19 ini,” terang politisi partai Gerindra itu.
Ia sendiri mengaku tidak tahu mengapa ketua DPRD mengambil opsi rapat secara tertutup dan tidak berkoordinasi dengan para anggota lainnya terlebih dahulu.
“Kedepan jika ada rapat-rapat penting disampaikan untuk masyarakat luar kami dari fraksi akan minta ke pimpinan agar digelar terbuka. Kreteria rapat tertutup itu jika memang ada yang sangat rahasia atau terkait internal,” tegasnya.
Taufik juga menyampaikan hasil rapat tersebut hanya menyampaikan anggaran yang disiapkan pemda bangka sebesar Rp 37,8 miliar namun tanpa melampirkan RAK.
“Dari anggaran itu terbagi ke delapan unit yakni Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Diskominfo, BPBD, Satpol-PP, Disperindag, Sekda dan delapan kecamatan,” terangnya.(mah)