Home / BANGKA BELITUNG / Misa Tri Hari Suci di Gereja Katolik Koba Akan Digelar Tanpa Umat

Misa Tri Hari Suci di Gereja Katolik Koba Akan Digelar Tanpa Umat

KOBA, LASPELA- Pastor Kepala Paroki Fransiskus Xaverius Koba, Romo Aloysius Angus, mengajak semua umat Katolik di Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) untuk mengikuti misa pada pekan suci Paskah secara online melalui live streaming atau siaran televisi, guna menindaklanjuti surat keputusan Uskup Keuskupan Pangkalpinang no.033/A.1b/III/2020, terkait perayaan pekan suci dan pelayanan pastoral lain dalam situasi khusus sehubungan dengan penyebaran COVID-19.

“Ini berlaku di seluruh dunia, termasuk di Roma juga misa online, jadi tidak ada misa di gereja, kecuali paus, uskup, para pastor dengan beberapa petugas liturgi saja, tapi umat semuanya di rumah,” kata Romo Aloy, Kamis (9/4/2020).

Romi Aloy mengungkapkan bahwa misa Tri Hari Suci yang dimulai dengan Misa Kamis Putih pada hari ini, Kamis (9/4/2020) sampai dengan Hari Minggu Paskah, Minggu (12/4/2020), untuk pertama kalinya dalam sejarah Gereja Katolik dilakukan dengan tanpa ada umat di dalam gereja, dan menurutnya, sebelum adanya pandemi COVID-19, perayaan Paskah selalu berlangsung meriah karena perayaan ini merupakan inti dari Iman Katolik.

“Paskah itu inti Iman Katolik, Yesus menderita, kemudian disalibkan dan wafat di kayu salib pada Jumat Agung, dan pada hari ke 3 yaitu pada Minggu Paskah ia bangkit,” ungkap Romo Aloy.

Romo Aloy mengimbau agar umat Katolik yang berada di Bateng untuk mengikuti live streaming misa yang diselenggarakan oleh Gereja Katedral Keuskupan Pangkalpinang, dan bagi yang tidak bisa live streaming bisa langsung mengikuti misa melalui siaran televisi.

“Kalau ada keterbatasan sehingga tidak bisa ikut streaming atau melalui televisi, kita sudah menyiapkan teks manual juga sehingga umat bisa ibadat keluarga, tapi ada panduannya,” ujar Romo Aloy. 

Untuk di Gereja Paroki Fransiskus Xaverius Koba, kegiatan Misa Kamis Putih hari ini akan dilaksanakan pada Pukul 19.00 WIB, yang akan diikuti oleh tiga orang pastor dan beberapa petugas liturgi, tanpa dihadiri umat Katolik, ia mengimbau agar semua umat Kristiani mengikuti ibadah online di rumah masing-masing. 

“Sehubungan dengan COVID-19 ini kita harus hati-hati, karena hidup itu penting, jauh lebih penting dari semua ritual atau apapun lah, hidup itu jauh lebih penting, Tuhan Yesus itu mati untuk membela kehidupan, karena itu lindungi hidup itu, jaga jarak kemudian ikuti arahan pemerintah,” pungkas Romo Aloy.(*)

About wahyulaspela

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d bloggers like this: