KOBA, LASPELA– Yadi (35), nelayan asal Desa Kurau Barat yang dikabarkan hilang setelah perahunya ditemukan terombang-ambing di Perairan Babuar di sekitaran Pulau Ketawai ternyata tertidur pulas di Bagan ikan ketika angin kencang memutus tali perahunya yang tertambat di Bagan.
Anggota Tagana Provinsi Bangka Belitung, Eldo, mengatakan bahwa Yadi tertidur pulas dan tidak menyadari bahwa perahu yang ia tambat di bagan telah putus akibat terhempas angin ribut pada Minggu malam (5/4/2020), keesokan paginya saksi yang hendak pulang dari bagan menuju Dermaga Desa Kurau menjumpai perahu milik Yadi terombang-ambing di perairan dekat Pulau Ketawai, saksi lantas membawa perahu tersebut ke dermaga karena tidak tahu harus mencari Yadi oleh karena banyaknya bagan di Perairan Babuar.
“Setelah Yadi terbangun, ia kaget mendapati perahunya sudah hilang, kemudian ada nelayan yang menghampirinya, kemudian mereka mencari perahu tersebut di Perairan Babuar, kami sudah menyuruh Yadi untuk pulang karena perahu miliknya sekarang sudah di Dermaga Kurau,” sebutnya.
Eldo mengungkapkan bahwa 4 kapal tim pencarian yang terdiri dari Bumdes Desa Kurau Barat, Tagana, dan masyarakat/ nelayan sudah merapat ke dermaga, dan Yadi yang sedang mencari perahunya pun telah pulang menuju ke Dermaga Kurau.
Kepala BPBD Bangka Tengah, Yudi Sabara, membenarkan bahwa Yadi dalam keadaan baik-baik saja, dan ia mengungkapkan bahwa Yadi tertidur pulas tanpa menyadari bahwa tali perahunya putus dan terombang-ambing.
“Perahu Yadi yang hanyut terombang-ambing ditemukan oleh nelayan yang hendak pulang, melihat Yadi nya gak ada, kemudian ditariklah ke dermaga karena tak tahu harus mencari ke bagan yang mana Yadi berada, karena bagan di sana banyak,” pungkas Yudi.(*)