Home / BANGKA BELITUNG / Bersama RRI Pro 3 Jakarta, Gubernur Erzaldi Jelaskan Perkembangan Covid-19 di Kepulauan Babel

Bersama RRI Pro 3 Jakarta, Gubernur Erzaldi Jelaskan Perkembangan Covid-19 di Kepulauan Babel

Oleh : Wina Destika

JAKARTA, LASPELA – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman berkesempatan melakukan dialog interaktif dengan RRI Pro3 Jakarta untuk menjelaskan sejauh mana Pemprov. Kepulauan Bangka Belitung dalam penanganan pencegahan Covid-19, Jumat (27/03/2020).

Erzaldi mengatakan, terkait permasalahan tersebut Pemprov. Kepulauan Babel sejauh ini telah banyak melakukan kegiatan pencegahan terhadap penyebaran Covid-19, hal itu dilakukan untuk melindungi masyarakat jangan sampai virus yang mematikan ini masuk ke Kepulauan Bangka Belitung.

Menurut Erzaldi, usaha pencegahan yang telah dilakukan antara lain, pemeriksaan suhu badan, memperketat orang yang keluar masuk ke Babel, baik melalui pelabuhan, maupun bandara dan setiap orang keluar masuk tersebut dilakukan penyemprotan disinfektan, melarang masyarakat untuk melakukan kegiatan yang bersifat keramaian, mempersiapkan ruang isolasi bagi yang terindikasi Covid-19. Saat ini pemprov bersama pemkab dan pemkot sepakat untuk membatasi jalur penerbangan yang saat ini telah diusulkan ke Menteri Perhubungan RI dan semua yang kita lakukan sesuai anjuran oleh pemerintah pusat .

“Di Babel ini terdiri dari dua bandara dan tujuh pelabuhan yang merupakan tempat aktivitas keluar masuk orang ke Babel. Kami telah mengantisipasi di setiap pintu masuk, kami telah melakukan sterilisasi kepada orang yang masuk melalui penyemprotan kepada mereka sekaligus melakukan pemeriksaan suhu badan. Dalam beberapa hari ini kami tingkatkan di bandara dengan menyediakan boks dan disemprotkan disinfektan,” ungkapnya.

Namun demikian, Covid-19 ini belum berkurang di Kepulauan Babel. Berdasarkan data terbaru dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 tanggal 26 Maret 2020, pukul 18.35, sudah terdapat 19 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP), delapan orang dinyatakan negatif, dan sebelas orang masih menunggu hasil lab.

Ada kurang lebih 259 Orang Dalam Pengawasan (ODP) sedangkan RS rujukan tersedia di setiap kabupaten dan kota, kecuali Beltim. Ruang untuk ODP yang disediakan provinsi satu buah, di balai diklat untuk 60 pasien, setiap kabupaten dan kota menyediakan stadion.

“Oleh sebab itu, kami melalui rapat koordinasi dengan kepala daerah di setiap kabupaten dan kota, serta forkopimda dan seluruh ormas, menyimpulkan untuk melakukan pengurangan jumlah penerbangan ke Kepulauan Babel dimulai 28 – 30 Maret 2020,31 Maret hingga 6 April bandara ditutup, dan ini baru bentuknya usulan ke pemerintah pusat, itupun jalurnya hanya untuk Jakarta saja,” jelas Erzaldi.

Selain itu, Pemprov Kepulauan Babel telah melakukan imbauan kepada tokoh agama seperti untuk umat Islam tidak lagi melakukan salat berjamaah di masjid, tidak menyelenggarakan tabliq akbar, tidak menyelenggarakan kegiatan sejenisnya, dan ini juga berlaku untuk umat beragama lainnya.

Di kesempatan yang sama Erzaldi menegaskan, Pemprov Kepulauan Babel juga bersama Tim Satgas Covid-19 melakukan patroli untuk memantau setiap kegiatan di kabupaten dan kota yang ada, sehingga usaha sosialisasi pencegahan ini dapat terlaksana dengan baik sesuai SOP.

Mengingat saat ini sudah mendekati bulan suci Ramadan, Erzaldi lebih jauh menjelaskan, bahwa Pemprov Kepulauan Babel telah mengimbau kepada umat Islam agar tidak melakukan kegiatan mudik lebaran.

Sehubungan dampak ekonomi, pihaknya telah melakukan langkah – langkah untuk mengatasi hal tersebut, dengan melakukan langkah- langkah yang dianggap strategis.

“Penurunan ekonomi pasti terjadi dan beberapa hotel sudah dan cafe-cafe sudah ada yang tutup. Nah, itulah kita harus bergandeng tangan dengan semua pihak untuk melakukan strategi pembangunan pasca Covid-19, saya sudah memberikan arahan kepada bupati/wali kota dan OPD, apa yang kita harus lakukan dan dilakukan serentak. Untuk penanganan Covid kita menyediakan anggaran sebanyak 50 miliar, bagi anggaran yang belum dilakukan pelelangan kita melakukan realokasi untuk pembangunan ekonomi. Kita fokuskan di bidang UMKM, para petani dan nelayan, karena mereka itu adalah garda terdepan perbaikan ekonomi kita,” jelasnya.

Erzaldi yakin apabila di dalam penangan penyebaran Covid-19 dilakukan secara bersama-sama, dengan tekad untuk kemanusiaan.

“Saya optimis bencana ini dapat dihindari,dan bangsa ini akan bangkit kembali, karena setiap musibah ada hikmah di dalamnya,” tutupnya.rill/(wa)

About winalaspela

x
Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d bloggers like this: