banner 728x90

Istri Menhub Terkesan dengan Pembangunan Sektor Perhubungan di Babel

banner 468x60
FacebookTwitterWhatsAppLine

Oleh : Wina Destika

PANGKALPINANG, LASPELA – Istri Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Endang Sri Hariatie Budi Karya Sumadi, mengaku terkesan dengan pembangunan sektor perhubungan seperti bandara, pelabuhan, dan transportasi darat di Bangka Belitung (Babel).

banner 325x300

Menurutnya hal ini sangat mendukung tercapainya keberhasilan pembangunan di wilayah ini.

Sebagai keluarga besar perhubungan, dia mengaku kagum dengan pembangunan di Babel. Termasuk saat mengunjungi di KSOP Pangkalbalam yang rutin melaksanakan kegiatan kebersihan laut.

“Kota ini sangat menarik, bersih sekali, lautnya juga, tadi saya sempat naik kapal sampai Jembatan Emas, juga ke Pantai Parai dan Tanjung Pesona, semuanya bersih,” ujarnya.

Ia berpandangan, kesinambungan pembangunan sektor perhubungan melalui pelayanan transportasi sesuai dengan komitmen pemerintah. Dengan pelayanan tersebut maka daerah maupun nasional akan memacu pertumbuhan sektor lainnya.

“Sektor perhubungan memiliki peran strategis dalam kehidupan dan mendorong pertumbuhan ekonomi, sehingga salah satu keberhasilan pembangunan sangat dipengaruhi oleh peran transportasi. Di sini bandaranya, pelabuhan dan infrastruktur jalan sangat baik,” ungkapnya di Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Minggu, (1/3/2020).

Sejalan dengan itu, kualitas keselamatan dalam pelayanan perhubungan harus terus ditingkatkan.

Dia berharap kesinambungan pembangunan melalui koordinasi dan kerja sama yang sangat kooperatif terjalin antara stakeholders perhubungan dengan pemda semakin disinergikan.

Endang Sri Hartatie mengungkapkan, kehadirannya di Babel bukan sebagai istri Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Tetapi dalam rangka mendampingi kunjungan kerja Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Hj. Wury Ma’ruf Amin.

Dalam kunker kali ini, Endang yang menjabat Ketua Bidang Wirausaha Baru Dekranas sempat mengunjungi kawasan Pasar Pagi Pangkalpinang untuk melihat produk masyarakat yang dijual di pasar tersebut. Peninjauan dilakukan juga untuk melihat kerajinan di PT Timah Tbk. Di tempat ini, Endang meminta desain produk bisa bekerja sama dengan perguruan tinggi.

Selain itu, ia mengunjungi sejumlah sentra kerajinan masyarakat, seperti tempat produksi kerupuk dan getas.
Pihaknya sengaja ingin melihat potensi apa saja yang dapat dikembangkan oleh dekranas di daerah, terutama sinergi bagi produk-produk unggulan yang berpeluang ekspor.

Menurutnya, meski proses dan tempat produksinya masih sangat sederhana, namun kerupuk dan getas Babel memiliki citarasa unik yang tidak dimiliki produk serupa di daerah lain.

“Kerupuk di sini tidak sama dengan kerupuk di daerah lain, di manapun saya tidak menemukan kerupuk getas seenak di Bangka. Produksinya juga sangat sederhana. Ini perlu dikembangkan melalui binaan pemda untuk disentralkan, baik secara kemasan, higienis, dan lain-lain,” ungkapnya.

Selama kunjungan kerja dekranas, melalui kerja sama dengan Kementerian Perindustrian RI, diserahkan bantuan berupa mesin tenun sekaligus memberikan pelatihan kepada para perajin. Dengan banyaknya produk kerajinan potensial di Babel, dekranas bisa menggandeng kementerian hingga BUMN untuk pengembangan kerajinan di daerah-daerah.(wa)

banner 325x300
banner 728x90
Exit mobile version