SUNGAILIAT, LASPELA — Khairul tidak menyangka salah seorang siswanya RBS alias RB nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Senin (2/3/2020).
Kepala Sekolah Kejuruan Salah Satu di Kabupaten Bangka Ini menilai bahwa korban termasuk anak yang pendiam dan tidak pernah bermasalah di sekolah.
“Kami sudah telusuri ke BK (bimbingan konseling) dan memang tidak ada masalah, biasanyakan kalau sudah berurusan dengan BK ini anak yang agak sulit diatur tapi dia (korban-red) tidak pernah,” ungkapnya.
Pihaknya juga sudah menanyakan kepada teman-teman sekelas korban namun tidak juga menemukan permasalahan.
“Teman-temannya juga bilang kalau korban ini pendiam dan biasa-biasa saja kayak teman yang lainnya tapi memang orangnya agak tertutup,” tambah Khairul yang ditemani wakil kesiswaan, Dedi diruangannya.
Korban sendiri sebelumnya sempat mengikuti perkemahan sekolah namun karena banyak yang kesurupan akhirnya seluruh siswa dipulangkan.
“Kejadiannya memang sudah lama, saya tidak tahu juga korban ini kesurupan atau tidak waktu itu, tapi, tidak sempat nginap (kemah-red) karena jam sembilan kami sudah telpon orang tua masing-masing untuk dibawa pulang,” terangnya.
Khairul juga mengatakan korban sudah beberapa minggu izin tidak masuk sekolah karena ingin berobat.
“Orang tuanya memang minta izin sekolah tiga minggu, katanya mau berobat, kalau tidak salah berobat kejiwaan ke rumah sakit jiwa,” ungkapnya.
Korban sendiri ditemukan tewas tergantung menggunakan dasi sekolahnya tanpa mengenakan baju di rumah keluarganya di Kabupaten Bangka.
Siswa kelas 10 tersebut ditemukan oleh ibunya sendiri setelah pulang mengantarkan suaminya kerja sekitar pukul 08.30 wib.(mah)