Oleh: Nopranda Putra
TOBOALI, LASPELA – Petani desa Rias, kecamatan Toboali, kabupaten Bangka Selatan resah dengan merebaknya hama tikus yang menggerogoti padi yang bertanam tumbuh di lahan seluas 20 hektar itu.
Akibatnya, ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sepakat Jaya Ariyanto mengatakan para petani akan terancam gagal panen karena serangan hama tikus yang sudah berlangsung sejak dua Minggu terkahir ini.
Saat padi mulai berisi mengeluarkan bau harum yang tercium tikus dari hutan di seberang sawah dan itu menjadi sasaran para hama tikus.
“Aroma harum dari padi berisi itu yang mengundang tikus untuk makan biji padi, kalau dihitung satu minggu ini kurang lebih 20 hektar sawah milik beberapa petani yang terdampak,” kata Ariyanto, Selasa (25/2).
Ia menjelaskan, mengingat masa panen diperkirakan satu bulan lagi, serangan hama tikus ini sempat membuat petani gundah gulana. Meskipun berbagai upaya pencegahan sudah dilakukan, petani merasa belum mendapatkan hasil yang efektif untuk pencegahan tersebut.
“Kita sudah berupaya memasang umpan makanan yang di campur racun sampai berburu tikus dengan senapan angin pada malam hari. Namun hasilnya belum bisa dikatakan maksimal,” jelasnya.
Kendati demikian, ia berujar para petani masih mencari solusi jitu untuk membasmi hama tikus, salah satunya yakni menggunakan kawat yang dialiri listrik sepanjang luas persawahan, tapi cara itu masih menjadi polemik dan dilarang.
“Salah satu cara untuk atasi hama tikus ini sebenarnya pakai setrum (listrik) di malam hari hingga subuh. Kawat yang sudah di aliri listrik di pasang di sekeliling setiap petak sawah, dan itu sangat efektif untuk membunuh hama tikus, bisa semalam dapat ratusan hama tikus yang mati kesetrum selain memakai racun, ya kalau tidak efektif pakai racun, kita mesti pakai setrum untuk alternatif terakhir, walaupun dilarang,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga sudah melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pertanian Bangka Selatan untuk mencari solusi pengendalian hama tersebut.
“Keluhan kita sudah di respon oleh Dinas Pertanian Basel, kita ada dapat bantuan racun untuk hama tikus ini, dan juga kita masih tetap berkoordinasi untuk bersama melakukan pencegahan hama tikus maupun hama lainnya,” tukasnya. (Pra)