Home / BANGKA BELITUNG / Markus Tanggapi Berbagai Persoalan di Desa Pangkal Beras

Markus Tanggapi Berbagai Persoalan di Desa Pangkal Beras

BANGKA BARAT, LASPELA– Dengan jumlah KK 524 dan jumlah penduduk sebanyak 1904 orang, Kepala Desa Pangkal Beras, Rudi menyampaikan kepada Bupati Bangka Barat terkait persoalan dan potensi yang ada di Desanya pada Rapat Bina Pamong di Kantor Desa Pangkal Beras Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat Jum’at (22/2/2020)

“Di bidang kesehatan desa Pangkal Beras berharap sekali ada BPJS gratis, ini kami harapkan BPJS gratis inilah yang ditunggu -tunggu,” kata Rudi.

Rudi juga berharap bantuan dari Pemerintah Daerah terkait Desa Pangkal Beras yang dijadikan Locus Stunting.

” Kita gencar masalah stunting, karena Pangkal Beras menjadi locus stunting.
Kita berharap solusi agar Pangkal Beras jangan menjadi locus stunting lagi. Ini benar-benar dari desa kita upayakan,” harap Rudi.

Permasalahan lainnya dipaparkan Rudi terkait jaringan komunikasi telepon yang terkendala belum ada pemasangan tower di Pangkal Beras.

“Masalah komunikasi informasi, kita mau menelpon signal telpon tidak ada, jadi ini permasalahan untuk berkomunikasi kemana-mana agak terhambat, karena tidak ada tower di tempat kami. Jadi kami mohon kepada Bapak Bupati tentunya agar disampaikan kepada pihak perusahaan mana agar ada jalan keluar,” sarannya.

Persoalan lainnya terkait PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) yang dikatakan Rudi selama ini dinantikan warga desanya.

Menanggapi berbagai permasalahan tersebut Bupati Bangka Barat, Markus SH menjawab langsung dihadapan masyarakat Pangkal Beras.

” Pemkab Fokus masalah stunting, terbukti angka stunting turun dan kita mendapatkan penghargaan dari kemendagri penanganan stunting inovasi terbaik, karena penanganan stunting di Bangka Barat dianggap baik, sehingga mendapatkan penghargaan itu,” jawab Markus.

“Juga mendapatkan penghargaan sebagai kabupaten sehat dengan mendapatkan penghargaan tertinggi dari kemenkes swastisaba wistara. Di Bangka Belitung ini yang dapat hanya 2, Kabupaten Bangka dan Bangka Barat, dan kita sudah 2 kali berturut-turut mendapatkannya,” lanjut Markus

Adapun bantuan lainnya yang dilakukan Pemkab Bangka Barat, disebutkan Markus diantaranya untuk bidang Pendidikan dan penurunan pajak listrik.

” Untuk dunia pendidikan kita sudah banyak membangun sekolah-sekolah memberikan bantuan kepada anak baru masuk SD dan SMP berupa seragam sekolah dan tas gratis juga SPP gratis, Pemda juga membantu masyarakat dengan menurunkan pajak listrik, PPJ (Pajak Penerangan Jalan), untuk 1200-900 kebawah sebesar 2-3 persen,” jelas Markus

Markus juga berjanji akan menyurati pihak Provider terkait pemasangan tower di Desa Pangkal Beras sebagaimana telah dilakukannya di desa Belar di Kabupaten Bangka Barat.

” Terkait signal hp, dengan permasalahan yang sama, permintaan resmi dari Desa Belar, kemarin sudah kita hubungi secara resmi provider telkomsel untuk pemasangan di desa Belar dan sudah disurvey dan akan dibangun. Jadi, nanti surat resmi ajukan ke Bupati dan akan ditindaklanjuti ke telkomsel,” sebut Markus.

Menyinggung persoalan PTSL, markus menyatakan Pemkab telah melakukan keringan biaya beberapa waktu yang lalu.

” Masalah PTSL itu buat sertifikat yang murah, dulu namanya prona, kami juga bantu pak, kami hapus bphtb, misalnya tanah ibu 20 juta, kami hapus 5 persen, itu satu juta pajaknya, meringankan masyarakat ya kan. Kalau desa Pangkal Beras belum, bisa diusulkan ke BPN (Badan Pertanahan Nasional),” jelas Markus.(is)

About wahyulaspela

x
Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d bloggers like this: