SUNGAILIAT, LASPELA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangka menandatangani Memorandum Of Understanding (MoU) terkait kesehatan reproduksi calon pengantin dengan lintas agama, di Hotel ST12 Sungailiat Bangka.
Hal tersebut merupakan langkah dalam mempersiapkan kesehatan reproduksi dan masa kehamilan bagi calon pengantin.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Bangka, Teddy Sudarsono yang membuka secara resmi kegiatan tersebut mengharapkan agar kerjasama ini mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik dalam mempersiapkan calon pengantin.
“Mudah-mudahan penandatanganan MoU ini berjalan dengan baik tentunya dapat membawa manfaat yang lebih baik bagi masyarakat khusunya di wilayah Kabupaten Bangka,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangka, dr Then Suyanti mengatakan bahwa kerjasama tersebut dilakukan untuk menurunkan angka kematian anak dan ibu.
“Ini adalah langkah dalam mempersiapkan calon pengantin, jadi kita sekarang masuk lewat lintas agama. Sebelum ke Dukcapil para calon pengantin ini kan mendapat pembekalan nah di pembekalan itu kan ada pembekalan secara agama dan secara kesehatannya. Jadi kita masuk secara berbarengan (agama, Dinkes) supaya angka kematian anak dan ibu di Bangka ini menurun,” ungkapnya.
dr Then juga mengatakan bahwa dari Dinkes sendiri akan memberikan edukasi atau pemahaman kepada calon pengantin yang berkenaan dengan kesehatan reproduksi.
“Kita berikan edukasi kepada calon pengantin ini bagaimana cara mengasuh yang baik, sebelum waktu hamil itu bagaimana, terus ketika perawatan hamil bagaimana itu diberi pembekalan semua, jadi tidak asal menikah,” terangnya.
Meski di kabupaten Bangka sendiri angka kematian anak dan bayi sudah mengalami penurunan, namun, kata dr Then, hal tersebut wajib untuk terus menerus dilakukan.
Untuk itu ia menegaskan bahwa calon pengantin wajib untuk diperiksa kesehatannya serta wajib untuk mengikuti pembekalan-pembelakan baik dari segi agama maupun dari segi kesehatan.
“Calon pengantin ini wajib di periksa kesehatannya, jadi pemeriksaan kesehatan itu meliputi pemeriksaan HIV, HB, Hepatitis dan pemeriksaan lainnya. Misalnya dari calon pengantin ada yang positif maka kita akan berikan edukasi supaya tidak terjadi penularan, itu kan bisa di cegah,” tandasnya.(mah)