Home / BANGKA BELITUNG / Bupati Markus Minta PT BIC Serius  Bangun Pabrik Sawit

Bupati Markus Minta PT BIC Serius  Bangun Pabrik Sawit

BANGKA BARAT, LASPELA- Bupati Babar, Markus Pertanyakan Keseriusan PT Bangka Indah Cemerlang (BIC) yang berencana membangun pabrik CPO dalam rapat dengan PT BIC di Ruang Rapat OR 1 Pemkab Bangka Barat, (5/2/2020).

” Kita menginginkan tahun ini harus ada pembangunan, saya nggak mau tahu, kalau serius harus ada pembangunan. Kalau tidak ada pembangunan saya agak meragukan. Bila perlu sampaikan ke pimpinan tanyakan komitmen itu,” tegas Markus.

Disebutkan Markus, Raperda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau – Pulau Kecil ( RZWP3K ) pasti akan disahkan mengingat hasil rapat beberapa waktu yang lalu Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi sudah menyatakan mengikuti usulan dari Pemkab Bangka Barat.

” Perda RZWP3K itu cepat lambat pasti disahkan nggak mungkin nggak. Dan itu tidak ada perubahan. Kemarin kami baru rakor gubernur di Basel, tidak ada perubahan jadi nggak usah khawatir RZWP3K itu karena kemaren sudah final, Pak Gubernur sudah kasih kita liat lagi, kata Pak Gub kita ikut usulan Pemda,” ungkapnya.

Oleh karena itu kata Markus Rencana Tata Ruang dan Wilayah ( RTRW ) jangan menjadi persoalan lagi oleh perusahaan yang berencana membangun.

” Tolong sampaikan ke Direksi bahwa Pemkab Bangka Barat minta ini segera karena tata ruang tidak ada persoalan lagi. Kalau urusan laut bisa bertahap bangun dulu yang di darat. Kalau ada masalah dengan Kementerian Perhubungan, nanti saya temui Menhub,” sebut Markus

Di saat yang sama, Rizky yang mewakili PT BIC menyampaikan bahwa pihak BIC telah melakukan koordinasi dengan Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) sesuai arahan BLHD sejak setahun yang lalu. Dan baru 6 bulan yang lalu juga menghadiri undangan BKPRD membahas persoalan yang sama.

” Hasilnya kami diminta menunggu pengesahan Raperda RZWP3K. Betul, Amdal darat laut berbeda, kenapa kami tidak dulu bangun di darat? karena butuh kepastian kita investasi, karena kekhawatiran akan itu cukup tinggi,” papar Rizky

Terkait masalah tersebut juga, Rizky menyebutkan pihaknya telah menemui BLHD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mengurus Amdal ( Analisis Mengenai Dampak Lingkungan ) pabrik CPO yang akan dibangun beberapa tahun lalu.

Rizky kemudian menyatakan pihaknya untuk mempelajari saran masukan dari Bupati terkait percepatan pembangunan pabrik tersebut.

” Masukan Pak Bupati tadi bahwa kita pisahkan Amdal darat dan laut kita coba. Cuma saya harap memang tidak ada hambatan kami membangun dengan pembanguann Amdal yang pelabuhan. Jadi saya berharap itu bisa paralel,” pintanya.(is)

About wahyulaspela

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d bloggers like this: