Oleh: Jon Piter Wartawan Laspela
KOBA, LASPELA- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), dr Bahrun Siregar Sutrisno, mengatakan bahwa 145 ribu dari 185.723 jiwa masyarakat Bateng, atau sebesar 78,3% dari total penduduk Bateng telah memiliki BPJS Kesehatan, sedangkan sisanya telah memiliki asuransi kesehatan swasta lainnya.
“Berdasarkan data per Desember 2019, 145 ribu jiwa telah memiliki BPJS Kesehatan, terdiri dari BPJS berbayar atau mandiri, dan BPJS gratis atau Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari anggaran Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Babel, dan Pemkab Bateng,” kata Bahrun, Selasa (4/2/2020).
Bahrun mengimbau kepada warga kurang mampu yang tidak memiliki asuransi kesehatan apapun untuk mengajukan pembuatan BPJS gratis PBI dengan minta surat keterangan tidak mampu dari desa setempat, lalu berkas tersebut dimasukan ke DisosPMD Bateng selanjutnya ke Dinkes untuk dieksekusi penganggarannya.
“BPJS gratis melalui APBD Bateng akan aktif dalam waktu 15 hari setelah pengajuan, kuota yang masih tersedia melalui APBD Bateng sebanyak 2.000 jiwa, APBD Provinsi Babel sebanyak 748 jiwa, dan APBN belum ada konfirmasi terkait penambahan PBI gratis,” ungkap Bahrun.
Bahrun mengingatkan masyarakat yang memiliki kartu BPJS tanpa NIK pada kartunya untuk segera melaporkan ke DisosPMD Bateng, Dinkes Bateng, atau BPJS Kesehatan untuk dilakukan sinkronisasi NIK atas kartu BPJS tersebut.
“Masyarakat mengeluhkan BPJS yang ditanggung pemerintah pusat saat ini banyak tidak aktif, karena data tidak ditemukan atau ganda disebabkan tidak adanya NIK pada kartu BPJS, bagi yang non aktif untuk melapor dan akan diaktifkan kembali,” ucap Bahrun.
Bahrun mengungkapkan bahwa Pemkab Bateng menganggarkan pembayaran BPJS gartis melalui PBI tahun 2020 sebesar Rp.11,7 Miliar, angka ini meningkat dua kali lipat karena terjadi kenaikan iuran BPJS Kesehatan.(*)