PEMALI, LASPELA — Bupati Bangka, Mulkan meresmikan Gelangang Olah Raga (GOR) Ardo yang terletak di Desa Air Duren Kecamatan Pemali, Sabtu (21/12/19).
Bupati Mulkan mengatakan bahwa GOR tersebut nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum dan juga untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Bupati juga mengajak kepala desa lainnya untuk lebih berkreasi dan berinovasi dalam penggunaan dana desa.
“Mari seluruh desa yang ada di Kabupaten Bangka untuk berkompetisi menjadi desa yang maju. Dengan inovasi dan kreasi dalam pemanfaatan dana sehingga mampu membangun desa yang mandiri tanpa tergantung dana-dana transfer dar pusat,” ajak Mulkan.
Kepala Pengadilan Negeri Bangka, Rilke Jefri Huwae menambahkan kepada para kades untuk tidak takut menggunakan dana desa selagi untuk kepentingan rakyat.
“Selagi penggunaan dana desa tersebut bermanfaat bagi masyarakat maka kepala desa jangan takut untuk berkreasi dan inovasi. Tetapi diiringi juga dengan konsultasi dengan berbagai pihak termasuk pengadilan dalam pemanfaatan dana desa tersebut,” ungkap Jefri.
Dengah telah diresmikannya GOR ‘Ardo’, masyarakat dapat menyewa lapangan dengan kapasitas empat buah lapangan bulutangkis. Selain itu juga terdapat kartu anggota bagi masyarakat yang hendak melakukan penyewaan lapangan secara rutin.
Sementara itu, Kepala Desa Air Duren, Sayful Ahyar mengungkapkan berdirinya GOR tersebut berkat kerja sama dari seluruh masyarakat Air Duren. Bahkan proses pembangunannya sistem padat karya dengan melibatkan hampir 85 persen masyarakat Air Duren.
“GOR ini dibangun dengan dua tahap pembangunan dan memakai anggaran mencapai 1,1 milyar. Bahkan proses pembangunan kita libatkan masyarakat Air Duren sehingga memang bentuknya tidak sama dengan desain para pemborong lainnya,” ujar Syaful Ahyar.
GOR tersebut nantinya akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sehingga segala keuntungan yang diperoleh akan masuk kedalam PADes. Sebagai bentuk kontribusi bagi masyarakat, dan sebagian dari keuntungan juga akan disumbangkan kepada masyarakat yang kurang mampu. (mah)