Home / BANGKA BELITUNG / Gubernur Babel Serahkan Piagam Penghargaan OVOP kepada Pelaku IKM Babel

Gubernur Babel Serahkan Piagam Penghargaan OVOP kepada Pelaku IKM Babel

Oleh : Wina Destika

PANGKALPINANG, LASPELA – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman menyerahkan secara simbolis Piagam Penghargaan One Village One Product (OVOP) kepada para pelaku IKM di Babel.

Selain itu, Ia juga menyerahkan secara langsung sertifikat uji nutrisi, sertifikat HKI, sertifikat penyuluhan keamananan pangan, sertifikat halal dan bantuan peralatan perbengkelan kepada para pelaku IKM di Babel.

Penyerahan tersebut dilaksanakan, Rabu (11/12/2019) di Ruang Pasir Padi Kantor Gubernur, Pangkalpinang, dalam acara saresehan bersama dengan para pelaku industri dan kerajinan Industri Kecil Menengah (IKM) Se- Provinsi Babel.

One Village One Product bintang 4 diberikan kepada para pelaku IKM sebanyak 1 IKM, One Village One Product bintang 3 diberikan kepada para pelaku IKM sebanyak 13 IKM dan One Village One Product bintang 2 diberikan kepada 12 IKM, total penerima One Village One Product sebanyak 26 IKM.

Sementara itu, sertifikat uji nutrisi diberikan kepada para pelaku IKM sebanyak 120 IKM, sertifikat HKI sebanyak 120 IKM, sertifikat keamananan pangan sebanyak 500 IKM, sertifikat halal sebanyak 30 IKM dan bantuan peralatan perbengkelan sebanyak 14 IKM.

Erzaldi Rosman mengucapkan selamat kepada penerima penghargaan dan sertifikat.

Kedepan, para pelaku IKM akan mendapatkan sertifikasi. Sertifikasi, dijelaskan Gubernur, perlu dilakukan guna menunjang kemajuan IKM. “Hal pertama itu sertifikasi HKI, misalnya kopiah resam masuk HKI, dan itu hak masyarakat, dimana produk kopiah resam hanya ada di Babel,” ujarnya.

Dengan seperti itu, ditambahkan Erzaldi, harga dari produk menjadi lebih baik, disamping kotaknya lebih rapih.

Sementara itu, jika berkenan dengan hal terkait pangan, menurut Gubernur, harus ada sertifikat uji nutrisi. Uji nutrisi untuk mengetahui kadungan gizi di dalam pordak tersebut. “Tolong, harus tahu fungsinya nutrisi tersebut oleh masing-masing para pelaku IKM,” imbau Erzaldi.

Selanjutnya, kata Erzaldi, ada sertifikat kemananan pangan, dimana dalam pengelolaan produk harus dijaga pembuatannya, misalnya dalam membuat kue harus memakai baju seragam dan memakai sarung tangan.(wa)

About winalaspela

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d bloggers like this: