Home / BANGKA BELITUNG / Jaenudin Membantah Tuduhan Dirinya Cabuli FS

Jaenudin Membantah Tuduhan Dirinya Cabuli FS

Oleh: Jon Piter Wartawan Laspela

KOBA, LASPELA- Jaenudin (40), terduga pelaku pencabulan dengan korban bocah FS membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya, ia menyatakan bahwa ia tidak melakukan pencabulan kepada FS, bahkan menurutnya ia sangat menyayangi FS yang merupakan keponakannya tersebut.

“Saya tidak melakukan pencabulan itu, saya ini paman FS dan sudah lengket keponakan saya itu sama saya, saya hanya mencium sebatas bercanda dan tidak berlebihan, saya manusia normal yang tidak mungkin melakukan tindakan bejat itu,” kata Jaenudin, Rabu (11/12/2019).

Jaenudin mengatakan bahwa tudahan atas dirinya hanya didasari oleh kemarahan dan kebencian ibu korban kepada dirinya, yang memang sedang konflik.

“Ibu korban itu benci dengan adik saya, karena dulunya dia pernah tinggal sama adik saya, cuma sifatnya tidak baik sehingga diusir sama adik saya. Adik saya yang dari Belitung juga terbang kesini, dan mereka menyuruh saya agar bersabar karena menurut mereka saya cuma difitnah,” ungkap Jaenudin.

Jaenudin menceritakan kronologis kejadian menurut versinya,

“Pada malam kejadian, FS sedang berada di rumah adik saya di wilayah Terentang, yang mana kakak dari FS diketahui sudah tinggal bersama adik saya sedari kecil.

FS (6) kemudian merengek minta diantarkan pulang, akan tetapi kakaknya FS tidak mau mengantarkan FS pulang, sehingga saya diminta kakak FS untuk mengantarkan FS pulang.

Dan sebelum pulang ke rumah, FS minta dibelikan jajanan, dan malam itu saya juga baru dapat uang dari hasil urut orang, setalah membelikan jajanan di daerah Pantai Arung Dalam kemudian saya langsung mengantar FS pulang.

Tapi biarlah saya ikhlas menerima ini,” Jelas Jaenudin.

Sebelumnya diberitakan bahwa menurut laporan yang diberikan oleh Kapolsek Koba AKP Andri Eko Setiawan, dalam Laporan Polisi Nomor : LP/B-1190/XII/2019/Babel/Res Bateng/Sek Koba, tanggal 10 Desember 2019, bahwa Jaenudin dilaporkan oleh Ibu korban pada tanggal 10 Desember 2019, dengan laporan tindak pidana pencabulan anak di bawah umur.(*)

About wahyulaspela

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d bloggers like this: